Cukup Datang ke Kecamatan, Tak Perlu Antre di Dinas Dukcapil

Ketika Akta Kelahiran Diantar Sampai ke Rumah

1983
BERI PENJELASAN: Kabag Pemerintahan Setda Wonosobo Tono Prihatono sedang menjelaskan alur pelayanan akta kelahiran kepada Bupati Temanggung Eko Purnomo. (IST)
BERI PENJELASAN: Kabag Pemerintahan Setda Wonosobo Tono Prihatono sedang menjelaskan alur pelayanan akta kelahiran kepada Bupati Temanggung Eko Purnomo. (IST)

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten), diperbarui dengan inovasi yang semakin memudahkan masyarakat. Melalui kerja sama sinergis antara Pemkab Wonosobo dengan Kantor Pos Indonesia, warga yang ingin mengurus akta kelahiran maupun akta kematian, kini tak perlu lagi jauh-jauh datang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

“PEMOHON layanan akta kelahiran dan akta kematian tidak perlu lagi antre pagi-pagi di Dinas Dukcapil. Cukup datang ke kantor kecamatan masing-masing, nantinya akta akan diantar langsung ke alamat pemohon oleh petugas dari Kantor Pos,” tutur Kasi Pelayanan Pencatatan Sipil Dinas Dukcapil, Siswanto, ketika ditemui seusai acara Rakor Pemerintahan Umum di halaman Kecamatan Kejajar, Selasa (5/11) kemarin.

Kepastian pengalihan layanan akta dari Dinas Dukcapil ke kecamatan, sambung Siswanto, merupakan salah satu bentuk inovasi layanan Paten. Kegiatan ini didukung penuh Kantor Pos setempat.

Adanya inovasi itu, lanjut Siswanto, bakal memudahkan warga. Selain lebih dekat, juga tidak perlu keluar terlalu banyak biaya. “Selama ini, ada warga yang domisilinya jauh dari Wonosobo, harus mengeluarkan biaya hingga ratusan ribu untuk mengurus akta kelahiran maupun akta kematian.” Tak hanya itu. Proses baru tersebut, diakui Siswanto, juga akan memangkas antrean pemohon yang kerap mengular di Dinas Dukcapil.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda, Tono Prihatono, memberikan penjelasan yang sama terkait prosedur pelayanan akta kematian dan kelahiran di depan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Alur layanan akta, lanjut Tono, pemohon datang ke kecamatan setempat. Pemohon diwajibkan membawa berkas persyaratan untuk didaftarkan kepada petugas. “Petugas kecamatan lantas memverifikasi berkas pemohon, kemudian mencetak draf akta sementara untuk dikirimkan ke Kantor Pos.” Nah, Kantor Pos, lanjut Tono, selanjutnya akan mengirimkan draf tersebut ke Dinas Dukcapil Kabupaten untuk diproses lebih lanjut sampai akta terbit.

Setelah diterbitkan akta kelahiran maupun kematian, petugas dari Dinas Dukcapil akan mengirimkan kembali ke Kantor Pos, untuk selanjutnya dikirimkan ke alamat pemohon. “Petugas Kantor Pos juga mengirimkan daftar salinan tembusan pengiriman akta kelahiran / kematian ke kecamatan setempat.” Terkait munculnya inovasi layanan Paten tersebut, Bupati Eko Purnomo mengapresiasi. Bupati Eko menegaskan pentingnya inovasi untuk pelayanan publik, seperti halnya layanan kependudukan. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here