BPI Dukung ODF, Wujudkan Desa Bersih dan Sehat

472
WORKSHOP : BPI meningkatkan mutu pendidikan melalui program whorkshop Paikem, beberapa waktu lalu. (IST)
WORKSHOP : BPI meningkatkan mutu pendidikan melalui program whorkshop Paikem, beberapa waktu lalu. (IST)

BATANG–Program Open Defecation Free (ODF) di Batang mendapat dukungan penuh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Dalam rangka mewujudkan desa yang bersih dan sehat. Apalagi, Pemkab Batang pun mengapresiasi program tersebut dengan memberikan penghargaan kepada dua desa, yakni Desa Karanggeneng dan Desa Kenconorejo yang dianggap sudah bebas dari perilaku buang air di sembarang tempat.

“Program desa ODF sebagai wujud komitmen perusahaan kepada masyarakat sekitar perusahaan untuk membangun bersama menuju desa yang bersih, makmur, dan sehat,” kata Direktur Operasional BPI Shiroki Yamashita.

Dukungan BPI terhadap program desa ODF sudah dilakukan sejak 2017 yang meliputi 9 desa, yakni Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, Wonokerso, Kenconorejo, Tulis, Beji, Wringingintung, Simbangjati dan Ponowareng. “Program ODF bertujuan mengubah perilaku masyarakat yang selama ini buang air besar (BAB) di sembarang tempat menjadi hanya BAB di jamban atau WC. BPI bermitra dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung program tersebut,” jelasnya.

Kemitraan BPI dan PKBI itu, katanya, diwujudkan dalam program BINA SEMBADA yang fokus utamanya merevitalisasi Forum Kesehatan Desa (FKD). BPI juga berencana memperluas program revitalisasi FKD tersebut dari 9 desa menjadi 14 desa yang tersebar di Kecamatan Kandeman dan Kecamatan Tulis, Batang. “Melalui elemen masyarakat Berdaya yang tergabung dalam Forum Kesehatan Desa ini, BPI berkomitmen mendorong terciptanya desa yang bersih dan sehat demi kemakmuran masyarakat,” kata Yamashita.

Selain itu, BPI juga mendukung Program Desa Pintar yang digagas Bupati Batang. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk pendanaan program kerja Perpustakaan Desa (Perpusdes) untuk tahun 2018 mendatang. Sebanyak 15 Perpusdes di tiga kecamatan, yakni Tulis, Kandeman, dan Subah akan mendapat program mendapat bantuan yang disepakati oleh pemerintah desa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Batang, serta BPI.

“Kami berharap dukungan ini akan membuat masyarakat semakin giat berkunjung ke perpustakaan, melibatkan diri untuk belajar dengan memanfaatkan layanan internet, dan pelatihan yang difasilitasi oleh pengurus perpustakaan,” ujar Manajer CSR BPI Bhayu Pamungkas.

Sejak tahun 2015, BPI bermitra dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Batang serta Coca Cola Foundation Indonesia telah mereplikasi Program Perpuseru di 15 area terdampak pembangunan PLTU 2 x 1.000 MW Batang yaitu Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Simbangjati, Tulis, Kenconorejo, Bakalan, Wringingintung, Beji, Juragan, Sembojo, Sengon, Kedungsegok, dan Depok.

Selain itu , komitmen BPI  meningkatkan mutu pendidikan diwujudkan melalui program Adiwiyata yang mendorong sekolah berbudaya lingkungan. Saat ini, BPI mendukung 4 sekolah sekitar perusahaan menjadi sekolah Adiwiyata, yaitu SD Negeri 01 Ujungnegoro, SD Negeri 01 Karanggeneng, SD Ponowareng, dan SMP Negeri 2 Tulis. Empat sekolah tersebut mendapat kesempatan untukmengikuti Workshop Active Learning bertemakan Belajar Asyik dengan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan). (ida)