Beri Edukasi Pengguna Internet

332
BIJAK BERINTERNET : Para pembicara memberikan paparan dalam seminar Pemanfaatan Teknologi ITE di Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Selasa (5/12). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIJAK BERINTERNET : Para pembicara memberikan paparan dalam seminar Pemanfaatan Teknologi ITE di Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Selasa (5/12). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus berupaya menangkal berbagai konten negatif di internet. Salah satunya lewat literasi digital yang digadang-gadang mampu mengedukasi pengguna internet agar lebih bijak. Setidaknya tidak memanfaatkan media sosial untuk menebar kebencian dan berita-berita hoax.

Direktur Ekosistem Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Kemenkominfo, Danny Januar mengakui, konten negatif yang beredar di internet memang tidak bisa dihilangkan 100 persen.  Memang, hal itu sangat berbahaya mengingat sebagian besar yang mengkonsumsi internet adalah anak muda.

Untuk menyiasatinya, Kemenkominfo justru akan membenahi para pengguna internet. Dengan memberikan edukasi, masyarakat bisa memanfaatkan internet untuk hal-hal positif.

“Masalah konten negatif dan informasi hoax memang tidak bisa dibendung dari sisi pemerintah sehingga kami melakukan pendekatan melalui dua sisi yakni preventif dan proaktif,” katanya dalam Seminar Pemanfaatan Teknologi ITE di Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Selasa (5/12).

Dijelaskan, berbagai upaya pencegahan konten negatif sudah dilakukan pihaknya secara berkala mulai pertengahan tahun 2017 dan akan dilanjutkan terus dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi serta lembaga swadaya masyarakat. “Dengan peran serta masyarakat, informasi yang berpotensi memecah belah ini sebetulnya dapat diminimalisasi,” ujarnya.

Selain mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk bijak dalam memanfaatkan internet, Kemenkominfo dan BP3TI juga meminta peran aktif semua pihak dalam mengawasi konten-konten yang ada.

“Masyarakat yang menemukan konten negatif di situs, media sosial, atau berbagai aplikasi telepon seluler bisa melaporkannya dengan mengakses www.aduankonten.id, melalui email aduankonten@mail.kominfo go.id atau SMS/WhatsApp pada nomor 08119224545,” katanya.

Profesor FX Joko Priyono yang juga menjadi pembicara seminar menambahkan, sebenarnya negara perlu hadir  untuk mengatur penyedia jasa IT asing. Dengan begitu, semua penyedia jasa yang masuk ke Indonesia tidak melenceng dari  konstitusi serta Undang-undang yang berlaku.

“Pemerintah juga harus memperkuat peran sipil dalam konteks penguatan 4 pilar kebangsaan dan melakukan pengawasan terhadap pihak-pihak yang cenderung anti-Pancasila,” ujarnya. (amh/ric)