SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat hingga Natal dan Tahun Baru aman. Operasi pasar pun siap dilakukan seandainya terjadi gejolak harga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, beberapa daerah di provinsi ini memang tengah dilanda banjir. Namun masih ada beberapa sentra penghasil bahan pangan yang tidak terkena bencana.

“Diantaranya penghasil beras di Klaten, penghasil bawang merah di Brebes, cabai di Temanggung dan beberapa daerah lainnya. Sentra-sentra penghasil pangan tersebut terkena hujan memang tapi tidak terendam banjir,” ujarnya, kemarin.

Sehingga ketersediaan dinilai masih cukup aman, meski beberapa daerah terkena banjir. Ia menyebutkan, untuk beras stok masih mencukupi hingga panen pada Februari mendatang. Kemudian stok gula masih cukup hingga 4 bulan mendatang, minyak goreng hingga 2 bulan, bawang merah masih cukup untuk 3 bulan ke depan dan cabai hingga sebulan mendatang. “Jadi kalau untuk Natal dan tahun baru, ketersediaan bahan pangan tersebut masih cukup aman,” ujarnya.

Begitu juga dengan distribusi yang dinilainya sangat terbantu dengan infrastruktur yang kian membaik. Tak hanya jalan-jalan provinsi tapi juga jalan-jalan di kabupatan yang menjadikan transportasi khususnya untuk distribusi barang lebih lancar.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah diperintahkan oleh pemerintah pusat untuk bersiap melakukan operasi pasar dan pasar murah di sejumlah titik, khususnya daerah-daerah miskin, sebagai antisipasi apabila terjadi gejolak harga.

“Terkait hal ini kami juga sudah memberikan surat edaran ke kabupaten/kota apabila ada yang membutuhkan operasi pasar. Namun sejauh ini belum ada yang mengajukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menjaga ketersediaan pasokan, pihaknya juga aktif melakukan pengawasan terhadap peredaran bahan-bahan makanan. “Jelang hari raya biasanya stok makanan banyak, tapi perlu dicek tanggal kadaluarsa dan kandungannya,” ujar Arif. (dna/ric)