33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Sorot Kerusakan Lingkungan Pantura

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

SEMARANG – DPRD menyorot semakin rusaknya kondisi lingkungan di kawasan pesisir pantai utara atau Pantura Jateng. Mulai semakin banyak sampah berserakan sampai kondisi pantai yang tercemari berbagai limbah pabrik. Pemprov diminta untuk segera menanganinya agar kerusakan tidak semakin parah dan semakin membuat nelayan serta masyarakat menjadi korbannya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo mengatakan, pantai yang berada di kawasan pantura banyak mengalami persoalan. Mulai dari rob yang semakin besar sampai kerusakan lingkungan seperti sampah dan pencemaran.  Jika kondisi ini tak segera diatasi, jelas akan membuat kondisi semakin rumit dan masyarakat yang dikorbankan. “Sampah dan limbah semakin menjadi pemandangan di pantura, ini harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia mencontohkan, kerusakan dan pencemaran terjadi di Pantai Wates, Kecamatan Kaliori, Rembang. Pencemaran air laut pasti sangat merugikan banyak pihak, apalagi Pantai Wates yang terkenal dengan wisata pasir putih sekarang tidak lagi dikunjungi karena adanya lumpur yang bau. “Kami menginginkan pencemaran segera diatasi. Jika secara persuasif tidak bisa diatasi maka harus dibawa ke ranah hukum,” katanya.

Dari hasil yang didapatkan, ternyata pencemaran air laut tersebut dari limbah perusahaan perikanan dan industri rumahan. Pemprov maupun pemerintah daerah harus mengambil sikap dan tegas dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di kawasan pantai utara.

Pemprov harus mulai memperhatikan kerusakan di kawasan pesisir utara Jateng. Sebab, jika dibiarkan bukan tak mungkin kerusakan semakin parah dan menghilangkan kecantikan kawasan pantura. Padahal, dari sisi ekonomi sudah sangat menjanjikan dengan semakin banyaknya destinasi pariwisata pantai. “Kalau pantainya jelek dan lingkungan rusak, jelas akan membuat masyarakat enggan berkunjung,” tambah anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Ma’ruf.

Ia juga meminta masyarakat dan pelaku industri bisa bersama menjaga kelestarian lingkungan pantai. Jangan sampai ada membuang sampah atau limbah sembarangan. “Kalau memang masih ada yang bandel, harusnya ada upaya tegas. Agar tidak ada kasus terulang kembali seperti di Pantai Rembang,” tambahnya. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Harga Daging Mulai Naik

TEMANGGUNG- Harga daging sapi dan daging ayam di pasar tradisional Kabupaten Temanggung, menjelang Lebaran 2017, mulai mengalami peningkatan. Rofik, salah seorang pedagang ayam di...

Viral Bubuk Kopi Luwak Bisa Terbakar, Begini Penjelasan BPOM

JawaPos.com - Kopi cap Luwak tengah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Bahkan disebut-sebut, bubuk kopi kemasan itu mengandung mesiu karena mudah terbakar. ...

Tol Darurat Kembali Makan Korban

BATANG-Akibat lelah dan mengantuk, kendaraan pemudik Daihatsu Luxio mengalami kecelakaan di KM 366 wilayah Desa Candiareng Warungasem Batang, Jumat (23/6) kemarin. Namun penumpang dipastikan...

Segera Pikirkan Masa Depan

SATU Tiket promosi ke Liga 1 musim depan berarti mengharuskan tim PSIS Semarang mulai memikirkan masa depan mereka untuk berlaga di kompetisi sepak bolaa...

Pabrik Tahu Rata dengan Tanah

WONOSOBO—Api menghanguskan sebuah pabrik tahu berikut rumah hunian milik Saefudin warga Dusun Sambek RT 03 RW 04, Kelurahan Sambek, Kecamatan Wonosobo, Senin (20/3) dini...

Pemda Harus Beri Sanksi Tegas

SALATIGA-Pemerintah Kota Salatiga diminta serius untuk menangani dugaan pencemaran di sejumlah sungai di perbatasan Kabupaten Sematang dan Salatiga. Termasuk dugaan pencemaran dari limbah pengolahan...