Sorot Kerusakan Lingkungan Pantura

550

SEMARANG – DPRD menyorot semakin rusaknya kondisi lingkungan di kawasan pesisir pantai utara atau Pantura Jateng. Mulai semakin banyak sampah berserakan sampai kondisi pantai yang tercemari berbagai limbah pabrik. Pemprov diminta untuk segera menanganinya agar kerusakan tidak semakin parah dan semakin membuat nelayan serta masyarakat menjadi korbannya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo mengatakan, pantai yang berada di kawasan pantura banyak mengalami persoalan. Mulai dari rob yang semakin besar sampai kerusakan lingkungan seperti sampah dan pencemaran.  Jika kondisi ini tak segera diatasi, jelas akan membuat kondisi semakin rumit dan masyarakat yang dikorbankan. “Sampah dan limbah semakin menjadi pemandangan di pantura, ini harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia mencontohkan, kerusakan dan pencemaran terjadi di Pantai Wates, Kecamatan Kaliori, Rembang. Pencemaran air laut pasti sangat merugikan banyak pihak, apalagi Pantai Wates yang terkenal dengan wisata pasir putih sekarang tidak lagi dikunjungi karena adanya lumpur yang bau. “Kami menginginkan pencemaran segera diatasi. Jika secara persuasif tidak bisa diatasi maka harus dibawa ke ranah hukum,” katanya.

Dari hasil yang didapatkan, ternyata pencemaran air laut tersebut dari limbah perusahaan perikanan dan industri rumahan. Pemprov maupun pemerintah daerah harus mengambil sikap dan tegas dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di kawasan pantai utara.

Pemprov harus mulai memperhatikan kerusakan di kawasan pesisir utara Jateng. Sebab, jika dibiarkan bukan tak mungkin kerusakan semakin parah dan menghilangkan kecantikan kawasan pantura. Padahal, dari sisi ekonomi sudah sangat menjanjikan dengan semakin banyaknya destinasi pariwisata pantai. “Kalau pantainya jelek dan lingkungan rusak, jelas akan membuat masyarakat enggan berkunjung,” tambah anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Ma’ruf.

Ia juga meminta masyarakat dan pelaku industri bisa bersama menjaga kelestarian lingkungan pantai. Jangan sampai ada membuang sampah atau limbah sembarangan. “Kalau memang masih ada yang bandel, harusnya ada upaya tegas. Agar tidak ada kasus terulang kembali seperti di Pantai Rembang,” tambahnya. (fth/ric)