33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Sensasi Pesta dengan Lagu Indonesia

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SUARA Disko hadir sebagai pilihan remaja ibu kota untuk menghabiskan malam. Event yang digagas Diskoria itu dihelat rutin sejak 2015. Kegigihan mereka dalam mengibarkan kembali musik disko membuat Zetizen melakukan wawancara eksklusif tentang pergerakan mereka. (rno/c22/dhs)

Q: Apa sih yang melatarbelakangi kalian menginisiasi Suara Disko?

A: Kejenuhan terhadap dance music scene yang gitu-gitu aja. Lagu Indonesia dianggap sebagai lagu kelas dua yang nggak cocok dimainkan di kelab malam. Stigma itulah yang pengin kami ubah. Kami berusaha membuat lagu Indonesia menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Q: Suara Disko dalam tiga tahun berhasil mengadakan sebelas show di berbagai kota. Bagaimana perkembangan yang kalian rasakan?

A: Nggak disangka, menuju tiga tahun perjalanan Suara Disko, apresiasi orang-orang terhadap movement tersebut sangat baik. Mulai di tempat kecil sampai bisa memenuhi The Pallas dengan 2.500 pengunjung waktu Langgam Kahyangan kemarin.

Q: Masyarakat kan masih salah kaprah membedakan konsep disko kalian dengan perhelatan EDM (electro dance music) lain. Sebenarnya, apa yang menjadi pembeda?

A: Yang menjadi pembeda adalah kami menyelenggarakan pesta dengan memainkan lagu Indonesia secara penuh dari awal hingga akhir acara. Baik itu lagu pop, disko, band, atau apa pun lagu Indonesia yang dancy dan bisa dinyanyikan.

Q: Apa tujuan kalian menampilkan musisi lintas generasi pada Langgam Kahyangan kemarin seperti Fariz RM?

A: Agar kami bisa cari perhatian dunia bahwa orang Indonesia juga bisa pesta dengan lagu disko sendiri. Sebab, dari dulu, kami susah banget cari kelab malam yang boleh muterin lagu Indonesia. Hampir nggak boleh di semua tempat. Untung, sekarang iklimnya berubah.

Q: Setelah menuai kesuksesan di edisi terakhir, apa nih agenda kalian dalam waktu dekat?

A: Proyek terdekat kami yang pasti melanjutkan serangkaian Suara Disko. Besar harapan kami bisa muter sampai Papua. Sumatera dulu deh paling nggak. Biar se-Indonesia bisa merasakan bagaimana pesta pakai lagu Indonesia. Buat sampai ke sana kami butuh support dari banyak pihak. Untungnya, sekarang banyak kampus yang mengundang kami buat seminar perihal itu. Jadi, makin banyak yang tahu kan. Mudah-mudahan bisa melebarkan jalan kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Setiap Orang Memiliki Kesempatan Yang Sama Untuk Memimpin

RADARSEMARANG.COM - Lumrah jika di banyak perusahaan, untuk jabatan tertentu, khususnya level direksi, dipegang oleh profesional dari luar perusahaan. Bukan orang-orang yang sejak awal...

Calon Ketua Peradi Bersaing Ketat

SEMARANG - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang yang digelar hari ini, Sabtu (8/4), tiga calon ketua Peradi bersaing ketat....

Kasus Mbah Lancing Berakhir Damai

KEBUMEN - Peristiwa dugaan perusakan Cagar Budaya Makam Mbah Lancing yang terletak di Desa Mirit Kecamatan Mirit, Kebumen, Minggu (29/1) lalu, berakhir damai. Secara...

Pedagang Patiunus Tolak Penutupan Jalan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN-Sejumlah pedagang dan pemilik usaha di Jalan Patiunus Kota Pekalongan menolak penutupan jalan dan pembuatan pasar sementara di sepanjang Jalan Patiunus. Mereka khawatir...

50 Kendaraan Umum Terjaring Razia

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng bersama Dishub Kendal dan Polres Kendal menggelar razia pengawasan dan ketertiban (wastib) terhadap kendaraan angkutan barang dan penumpang.  Hasilnya...

Hendi Minta Semua Rusunawa Dicek

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menginstruksikan agar semua Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) di Kota Semarang dicek. Apabila ditemukan fasilitas membahayakan harus...