Sensasi Pesta dengan Lagu Indonesia

503

SUARA Disko hadir sebagai pilihan remaja ibu kota untuk menghabiskan malam. Event yang digagas Diskoria itu dihelat rutin sejak 2015. Kegigihan mereka dalam mengibarkan kembali musik disko membuat Zetizen melakukan wawancara eksklusif tentang pergerakan mereka. (rno/c22/dhs)

Q: Apa sih yang melatarbelakangi kalian menginisiasi Suara Disko?

A: Kejenuhan terhadap dance music scene yang gitu-gitu aja. Lagu Indonesia dianggap sebagai lagu kelas dua yang nggak cocok dimainkan di kelab malam. Stigma itulah yang pengin kami ubah. Kami berusaha membuat lagu Indonesia menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Q: Suara Disko dalam tiga tahun berhasil mengadakan sebelas show di berbagai kota. Bagaimana perkembangan yang kalian rasakan?

A: Nggak disangka, menuju tiga tahun perjalanan Suara Disko, apresiasi orang-orang terhadap movement tersebut sangat baik. Mulai di tempat kecil sampai bisa memenuhi The Pallas dengan 2.500 pengunjung waktu Langgam Kahyangan kemarin.

Q: Masyarakat kan masih salah kaprah membedakan konsep disko kalian dengan perhelatan EDM (electro dance music) lain. Sebenarnya, apa yang menjadi pembeda?

A: Yang menjadi pembeda adalah kami menyelenggarakan pesta dengan memainkan lagu Indonesia secara penuh dari awal hingga akhir acara. Baik itu lagu pop, disko, band, atau apa pun lagu Indonesia yang dancy dan bisa dinyanyikan.

Q: Apa tujuan kalian menampilkan musisi lintas generasi pada Langgam Kahyangan kemarin seperti Fariz RM?

A: Agar kami bisa cari perhatian dunia bahwa orang Indonesia juga bisa pesta dengan lagu disko sendiri. Sebab, dari dulu, kami susah banget cari kelab malam yang boleh muterin lagu Indonesia. Hampir nggak boleh di semua tempat. Untung, sekarang iklimnya berubah.

Q: Setelah menuai kesuksesan di edisi terakhir, apa nih agenda kalian dalam waktu dekat?

A: Proyek terdekat kami yang pasti melanjutkan serangkaian Suara Disko. Besar harapan kami bisa muter sampai Papua. Sumatera dulu deh paling nggak. Biar se-Indonesia bisa merasakan bagaimana pesta pakai lagu Indonesia. Buat sampai ke sana kami butuh support dari banyak pihak. Untungnya, sekarang banyak kampus yang mengundang kami buat seminar perihal itu. Jadi, makin banyak yang tahu kan. Mudah-mudahan bisa melebarkan jalan kami.