TELADAN: Para penerima penghargaan wajib pajak terbaik bersama Wali Kota Sigit Widyonindito, Wakil Wali Kota Windarti Agustina dan Kepala BPKAD Larsita. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
TELADAN: Para penerima penghargaan wajib pajak terbaik bersama Wali Kota Sigit Widyonindito, Wakil Wali Kota Windarti Agustina dan Kepala BPKAD Larsita. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

Pemkot Magelang memberikan penghargaan bagi wajib pajak (WP) hotel, restoran, dan WP hiburan terbaik tahun 2017. Masing-masing kategori diambil tiga penerima.

KATEGORI WP hotel terbaik masing-masing diraih secara berurutan oleh Citihub Hotel Magelang, Atria Hotel Magelang, dan Hotel Puri Asri. Kemudian WP restoran terbaik diraih Pizza Hut Delivery, Pamiluto Restaurant Atria Hotel Magelang, serta KFC.

Sedangkan kategori WP hiburan terbaik diberikan kepada Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng, Gardena Gamezone, dan Happy Puppy. Penyerahan penghargaan ini berlangsung di ruang Adipura Kencana kompleks kantor Wali Kota Magelang, Senin, (4/12).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Larsita mengungkap alasan pemberian penghargaan ini. Yakni bentuk apresiasi Pemkot Magelang terhadap WP hotel, WP restoran, WP hiburan yang mendukung kemajuan sektor pariwisata. Apresiasi ini juga untuk memotivasi para WP lainnya agar meningkatkan kesadaran pembayaran pajak secara tertib, tepat waktu, serta melaporkan perhitungan pembayaran pajaknya dengan akurat dan benar. “Kita lakukan penilaian untuk para penerima,” kata Larsita.

Pertama, dilihat dari pembayaran pajak daerah dengan nominal terbanyak. Kedua, WP membayar pajak daerah tepat waktu. Dan yang terakhir, WP dinyatakan tidak memiliki tunggakan pajak daerah. “Ketiganya harus saling mendukung,” ujarnya.

Sebagai kota kecil yang tak memiliki sumber daya alam (SDA), justru menjadi cambuk dan tantangan untuk melakukan optimalisasi potensi pajak di bidang jasa. Program-program yang dilakukan selama ini diklaim berhasil. Salah satunya kemudahan dalam pembayaran pajak yang bisa dilakukan secara online.

Ia mengungkapkan perolehan PAD kota Magelang secara umum mengalami peningkatan tiga tahun terakhir ini. Disebutkan, tahun 2015, total PAD mencapai Rp 186.591.298.751 bergerak di angka Rp 220.193.738.774 pada tahun 2016, dan hingga 30 November 2017 total PAD Kota Magelang menyentuh Rp 213.157.174.924.

Kontribusi pajak dari sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) juga makin bergairah. Tahun 2015, kontribusinya sebesar 3,22 persen atau setara Rp 6.005.049.795, tahun 2016 sekitar 3,15 persen atau Rp 6.945.195.290, dan 4,17 persen atau mencapai Rp 7.798.958.868 per 29 November 2017.

“Kita optimistis, capaian PAD akan meningkat terus sampai bulan Desember ini,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan memasang tapping box atau alat perekam transaksi di sepuluh WP hotel dan restoran pada bulan Desember 2017. Ini adalah langkah awal implementasi program baru, sekaligus sebagai percontohan.

“Ke depan, kita akan pasang di semua hotel, restoran dan tempat hiburan,” imbuhnya.

Menurutnya, pemasangan tapping box ini bukan didasari kecurigaannya terhadap WP yang selama ini telah menyetorkan pajaknya. Namun dalam rangka peningkatan transparansi dalam pengelolaan pajak daerah, peningkatan kualitas pelayanan, menekan kebocoran, dan untuk mengetahui pemasukan pajak secara real time.

“Alat ini akan terkoneksi dengan server kami. Setiap terjadi transaksi, kami akan tahu,” papar Larsita.

Ia juga bisa memantau jika alat tersebut mati karena gangguan teknis, atau sengaja dimatikan oleh WP. Maka lampu indikator berwarna merah akan menyala.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menilai, selama ini WP daerah kooperatif dalam melaporkan dan menyetorkan pajaknya. Sehingga mendongkrak PAD, dan mendukung kemajuan kota. (adv)