TEMANGGUNG- Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan Temanggung mengintensifkan pengawasan di sejumlah pasar tradisional di wilayah Temanggung. Ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga komoditas sembako dan mengantisipasi permainan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Satgas Mafia Pangan Kabupaten Temanggung AKP Dwi Haryadi mengatakan, memasuki bulan Desember, Polres Temanggung melalui Satgas Mafia Pangan meningkatkan pengawasan sembako. “Pengawasan terutama harga sembako di pasar tradisional,” ucap Dwi, kemarin.

Kasatreskrim Polres Temanggung itu melanjutkan, dalam pengawasan, pihaknya menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindag dan UMKM) Kabupaten Temanggung. Koordinasi dengan Pemkab Temanngung melalui Diskoperindag dan UMKM dilakukan agar dapat segera menindaklanjuti bila ada permasalahan di lapangan, di antaranya dikeluarkannya kebijakan dari Pemkab.

‚ÄúPetugas akan menganalisa suatu kejadian yang dicurigai ada permainan, selanjutnya akan kami tindaklanjuti dengan penyelidikan. Kami tidak akan toleransi bila ada permainan harga yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Heni Widiyanti mengatakan, berdasarkan hasil pantauan Senin (4/12), harga lebutuhan pokok di Temanggung masih relatif stabil. Harga beras terendah Rp 8.500 per kilogram dan tertinggi Rp 10.000 per kilogram, cabai merah antara Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per kilogram dan cabai rawit keriting Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kilogram.

Adapun harga bawang merah Rp 25.000 sampai Rp 50.000 per kilogram dan bawang putih Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per kilogram. Untuk harga daging sapi antara Rp 100.000 sampai Rp 120.000 per kilogram, daging ayam ras terendah Rp 28.000 dan tertinggi Rp 30.000 per kilogram, telur ayam ras terendah Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. “Sampai saat ini, belum ada temuan yang mencurigakan,” terang Henny. (san/ton)