SIDAK: Kegiatan Saber Pungli Pemkot Pekalongan saat melakukan sidak di Kantor Samsat Pekalongan sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas pungli. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Kegiatan Saber Pungli Pemkot Pekalongan saat melakukan sidak di Kantor Samsat Pekalongan sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas pungli. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN –  Guna meminimalisir dan tegaskan komitmen berantas pungutan liar (Pungli) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) kembali gelar sosialisasi pemberantasan praktik pungli di lingkungan pelayanan publik bagi petugas layanan publik, di aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, pada Senin (4/12).

Ketua Saber Pungli, Kompol Saprodin menjelaskan bahwa apa yang dilakukan tim saber pungli merupakan bentuk dari upaya pencegahan praktik pungutan liar terutama yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat.

“Yang kita lakukan adalah upaya pencegahan, agar tidak terjadi adanya praktik pungutan terkait pelayanan yang dilakukan oleh para instansi-instansi di lingkungan Pemkot Pekalongan,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta kepada semua komponen baik ASN maupun Swasta serta masyarakat mendukung pelaksanaan tugas saber pungli. Sasaran wilayah kegiatan tim saber pungli adalah tempat pelayanan publik, ekspor-impor, penegakan hukum, perijinan, kepegawaian, pendidikan, pengadaan barang jasa, dan kegiatan lainnya yang meresahkan masyarakat.

Bahkan kata Saprodin, tim saber pungli juga bisa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) jika ditemukan pelanggaran-pelanggaran.“Tim saber pungli bisa melakukan operasi tangkap tangan apabila ditemukan pelanggaran,” tegasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz, dalam sambutan pembukaan dirinya berpesan kepada para ASN agar senantiasa berhati–hati. Serta menjaga nama baik Kota Pekalongan dengan tidak melakukan pungutan-pungutan liar.“Pemerintah Kota Pekalongan sangat berkomitmen untuk menjada jalannya pemerintahan dengan bersih, dan jika ditemukan maka tindakan tegas akan dilakukan,” kata Wali Kota.

Ia melanjutkan bahwa Kota Pekalongan baru-baru ini telah menerima penghargaan  Keterbukaan Informasi Publik terbaik se-Jawa Tengah. Harapannya pemerintah kota bisa terus menjaga keterbukaan tersebut serta bebas dari pungli sesuai penghargaan yang diberikan.  (han/bas)