Jembatan Layan Nyaris Putus

441
LONGSOR: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat mendatangi Jembatan Layan Kali Gosek yang longsor. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LONGSOR: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat mendatangi Jembatan Layan Kali Gosek yang longsor. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan angin kencang, yang terjadi selama sepekan terakhir di Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan salah satu jembatan penghubung antar desa yaitu jembatan Layan Kali Gosek ambles dan nyaris putus warga terancam terisolir.

Kepala Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Hamka, Senin (4/12) kemarin, mengungkapkan bahwa pada Sabtu (2/12) lalu, terjadi banjir bandang di Sungai Gosek, dan menggerus tebing sungai hingga mengakibatkan pondasi pada jembatan Layan Kali Gosek longsor. Sehingga kondisi jembatan miring disebelah ujung Desa Bulaksari Sragi.

Menurutnya melihat kondisi jembatan yang kian memprihatinkan, dan khawatir ambruk. Pihaknya langsung menghubungi Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, agar datang ke lokasi jembatan longsor dan mengambil tindakan cepat. “Bupati saya kabari jembatan longsor siang, sorenya langsung datang, dan katanya akan segera dibangun jembatan darurat agar bisa digunakan warga,” ungkap Raharjo.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbhi, yang datang ke lokasi di Jembatan Layan Kali Gosek, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi mengatakan bahwa jembatan tersebut merupakan jembatan vital di Desa Pantirejo, yakni sebagai penghubung antar Desa dan Kecamatan lain. Sehingga menuntut untuk segera dilakukan penanganan cepat, agar warga tidak harus berputar sejauh 1 kilometer.

Menurutnya kendati jembatan tersebut merupakan kewenangan dari pihak PSDA Provinsi, namun pihaknya akan segera mengatasinya, karena tingkat kebutuhan masyarakat tinggi, yakni dengan membangun jembatan sementara secara cepat darurat terlebih dahulu, agar warga tidak terisolir.

“Jembatan Layan Kali Gosek ini, merupakan akses pendidikan, perdagangan, pertanian dan peternakan. Karena masyarakat setempat merupakan, petani, pedagang, dan peternak. Jadi akan kita bangunan jembatan darurat secara cepat, agar warga desa terisolir, dan tidak harus memutar, karena tidak dapat menggunakan jembatan ini,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)