It’s Boogie Time!

601

Double discman baterai dua A / Speaker aktif zaman sekarang / Mixer hijau second hand / Tata lampu tujuh belasan / Berdansa! / Disko! Disko! Disko Darurat!’’ – The Upstair

LEWAT penggalan lirik Disko Darurat milik The Upstairs, kita seperti dibawa kembali pada romansa lantai dansa dan gemerlap cahaya. Setelah lama nggak terdengar, lewat Suara Disko, musik itu kembali hadir dalam ingar-bingar kehidupan anak muda hari ini. Lantas, bagaimana mulanya sejarah musik tersebut? (rno/c22/dhs)

Titik Awal Lahirnya Disko

Pada era 70-an, masyarakat Negeri Paman Sam dilanda depresi berat. Gejolak perang Vietnam yang nggak kunjung padam, kondisi ekonomi yang kembang kempis, serta konflik kronis dalam negeri menjadi masalah utama yang harus dihadapi saat itu. Di kelab-kelab bawah tanah daerah Manhattan, mereka menyalakan pendar cahaya lampu kota.

Di bawah iringan musik disko, mereka meninggalkan perbedaan dan memberikan ruang bagi siapa aja. Sejak saat itu, demam disko pun menjalar ke seluruh dataran Eropa. Pada dekade yang sama, popularitas musik disko makin meledak ketika dirilis film Saturday Night Fever (1977). Film yang dibintangi John Travolta tersebut berhasil menarasikan grup band Bee Gees dan sukses menyundul disko hingga ke puncaknya lewat lagu Stayin’ Alive.

Milestone Disko di Tanah Air

Bola disko, baju ketat, rambut kribo, celana cutbray, dan sepatu roda menjadi identitas pemuja genre musik yang groovy itu. Pada awal 70-an, gelanggang musik tanah air pun dikuasai nama-nama seperti Koes Plus, AKA Band, dan The Rollies. Musik rock dan pop mengokupasi radio-radio serta konser berkaliber nasional kala itu.

Namun, di kelab-kelab bawah tanah ibu kota, hit Marini & The Steep yang bertajuk Ratu Disko menjadi primadona saat itu. Memasuki 80-an, Dansa yo Dansa milik The Rollies menjadi tren baru yang digandrungi remaja kala itu. Hadirnya Tanamur atau Tanah Abang Timur, diskotek pertama di Asia yang bertengger di Jakarta, juga mengambil peranan penting.

Kebangkitan Gemerlap Disko di Era Milenial

Lama nggak terdengar gaungnya, lewat Diskoria, musik disko kembali mengalami peremajaan. Dalam dua tahun terakhir, kolektif DJ yang diinisiasi Fadli Aat dan Merdi Simanjuntak tesebut menjadi primadona. Mereka piawai mengubah lagu-lagu pop, funk, soul Indonesia dalam format yang berbeda. Yang terbaru, lewat perhelatan bertajuk Langgam Kahyangan, ratusan orang rela berdesakan demi menyaksikan kolaborasi Diskoria dengan Fariz RM.

’’Perkembangan scene disko tanah air hari ini besar banget. Dari anak sekolah sampai orang tua gemar disko. Bahkan, mereka sampai datang bareng ke acara disko,’’ terang Diskoria kepada Zetizen. Maka, jangan heran jika suatu pagi disko kembali bising dan penting. Jika kalian bertanya bagaimana itu bermula? Diskoria adalah jawabanya!