Budidaya Tanaman Indigofera

Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan

1033
PEMBIBITAN: Paini, 51, warga desa kadirejo sedang menanam bibit indigofera, tanaman pakan yang dinilai memiliki protein tinggi. (Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan)
PEMBIBITAN: Paini, 51, warga desa kadirejo sedang menanam bibit indigofera, tanaman pakan yang dinilai memiliki protein tinggi. (Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan)

PABELAN – Di Desa Kadirejo terdapat pembudidayaan tanaman indigofera. Tanaman pakan ternak dengan kandungan protein yang dinilai cukup tinggi. Kepala desa Kadirejo, Sumarjo mengatakan bahwa budidaya ini dilakukan oleh salah seorang warga desa di tanah kas desa.

Tanaman yang dibudidayakan ini bahkan sudah dikirim hingga ke luar pulau Jawa, yakni Sumatera. ”Tanaman ini multiguna. Ayam mau, kambing juga mau. Proteinnya paling tinggi tanaman ini,” jelas Sumarjo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain memberikan pemasukan bagi Desa dari penyewaan, budidaya tanaman ini juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Banyak warga masyarakat yang kemudian terlibat dalam proses pembibitan maupun pemanenann. ”Warga banyak yang terlibat, seperti membuat polyback. Tentunya ini telah menyerap tenaga kerja di Desa kami,” kata dia.

KADES: Sumarjo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KADES: Sumarjo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Selain memperkerjakan warga, adanya budidaya ini juga merasngsang warga sekitar untuk ikut menanam. Sehingga, mereka yang memiliki hewan ternak bisa memenuhi pakan ternaknya dengan tumbuhan indigofera hasil tanamnya sendiri. ”Biasanya yang ikut membibit adalah mereka yang memiliki ternak, untuk diberikan kepada hewan ternanya,” tandasnya.

Hingga kini, lanjut Sumarjo, pemerintah desa terus memberikan pembinaan secara berkelanjutan, sehingga budidaya tanaman ini dapat lebih berkembang lagi. Selanjutnya budidaya tanaman ini akan memberikan dampak kepada perekonomian masyarakat desa Kadirejo.”Setidaknya ada penghasilan tambahan untuk warga sini dengan membudidayakan tanaman itu. Lumbung ini di kecamatan Pabelan baru ada di desa ini sepertinya,” kata Sumarjo saat ditemui di kantor Kepala Desa Kadirejo.

Selain budidaya indigofera, Desa ini juga memiliki sejumlah potensi lainnya. Seperti di bidang pertanian dengan hasil berupa padi. Di bidang kerajinan desa ini juga memiliki sejumlah ibu-ibu penghasil anyaman dari bambu. Sementara di bidang perternakan tedapat kelompok petani ternak sapi.”Ada Kelompok Wanita Tani atau KWT. Kelompok tani pria juga ada. Untuk yang wanita itu biasanya bergerak dalam upaya pemanfaatan pekarangan,” jelasnya.

Di sisi lain, Desa ini juga memliki sejumlah UMKM yang bergerak di bidang produksi makanan ringan. Oleh Desa, keberadaan UMKM ini terus didorong untuk dapat berkembang dengan memberkan bantuan berupa tambahan modal. ”Supaya UMKM bisa berkembang dan memberikan dampak yang luas juga,” jelasnya.

Kepala Desa Kadirejo berharap ke depan Desa ini bisa semakin maju berasama segala potensi yang dimiliki dengan adanya dana desa. Selanjutnya, kesejahteraan warga masyarakat Desa, juga dapat ditingkatkan seiring dengan pengembangan potensi-potensi yang ada di desa Kadirejo. ”Akan terus kami gali, agar bisa tercipta desa Kadirejo yang sejahtera dengan lingkungan yang aman, bersih dan tertib,” pungkasnya. (cr4/bas)