2018, LRT Bakal Dibangun

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG- Pembangunan transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang, baik Light Rapid Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), maupun Mass Rapid Transit (MRT), direncanakan akan dimulai 2018. Hal itu dibahas dalam Forum Grup Discussion (FGD) Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan LRT Semarang di Hotel Grasia, Jalan S Parman, Senin (4/12). Saat ini, Dinas Perhubungan Kota Semarang mengaku telah melakukan studi kelayakan tahap awal.

“Harapannya, 2018 bisa dimulai pembangunan. Tetapi kami masih akan melakukan studi lanjutan. Misalnya, studi mengenai skema pengelolaan manajemen bisnisnya,” kata Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Ambar Prasetyo, kemarin.

Dikatakannya, penganggaran pembangunan LRT akan kesulitan jika hanya menggunakan APBD Kota Semarang. Sehingga diperlukan formula skema bisnis yang matang. “Ini penting, karena nanti sesuai rencana akan menggandeng investor,” ujarnya.

Untuk merealisasikan rencana pembangunan LRT ini, pihaknya melakukan studi penerapan LRT di Jakarta. Sebab, Jakarta menjadi contoh penerapan transportasi masal LRT tersebut. “Di Jakarta, investasi LRT mencapai Rp 500 miliar per 1 km, mungkin di Semarang ada opsi-opsi lain yang lebih kecil nilainya, misalnya Rp 200 miliar per 1 km. Investasi coba kita tekan, dengan harapan tarifnya bisa lebih terjangkau,” katanya.

Ketua Organda Kota Semarang, Wasi Darono, menilai penerapan LRT di Kota Semarang belum saatnya dilakukan. Sebab, pengelolaan transportasi masal di Kota Semarang masih jauh dari maksimal. Misalnya, Bus Rapid Transit (BRT). Bahkan keberadaan BRT ini masih kerap berbenturan dengan transportasi umum yang ada sejak lama. “Misalnya berdampak pada angkot. Kami khawatir para pengusaha angkot semakin terpuruk,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto, mengingatkan, agar Pemkot Semarang jangan latah dengan program LRT. Program transportasi masal idealnya harus mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Lha wong, proyek pembangunan SORR (Semarang Outer Ring Road) saja sebagai upaya mengatasi kemacetan belum dijalankan, kok menjelajah hingga transportasi rel. Itu sudah masuk di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” katanya. (amu/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -