MERIAH: Lomba musik rebana yang digelar dalam Festival AL-Muttaqin Kaliwungu, kemarin (3/12). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH: Lomba musik rebana yang digelar dalam Festival AL-Muttaqin Kaliwungu, kemarin (3/12). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Perayaan Maulid atau hari kelahiran nabi Muhammad SAW, pemuda Kaliwungu menggelar berbagai lomba dan seni. Mulai dari lomba lampion, weh-wehan musik rebana, tilawatil Quran, mewarnai gambar, karikatur, UMKM dan sebagainya. Selain itu juga digelar sholawatan dan pengajian akbar.

Ketua Panitia, Lukman Hakim mengatakan jika lomba digelar untuk menyemarakkan Hari Maulid Nabi SAW. “99 persen warga kaliwungu ini adalah muslim. Selain itu memang sudah jadi tradisi Kaliwungu sebagai kota santri ini saat maulid nabi selalu digelar sholawatan dan weh-wehan,” katanya, kemarin (3/12).

Namun selama ini acara-acara tersebut digelar secara terpisah di masing-masing desa atau kampung. “Nah, tahun ini kami mencoba menyemerakkannya dengan harapan acara ini bisa mempersatukan seluruh elemen, khususya pemuda sebegai generasi penerus Kaliwungu,” jelasnya.

Anggota Komisi X DPR RI , Mujib Rohmat mengaku acara Maulid Nabi di Kaliwungu ini berpotensi jadi wisata religi. Sebab di Kendal ataupun Jateng bahkan di Indonesia ini yang memiliki tradisi unik Cuma ada di Kaliwungu.

“Seperti weh-wehan, dimana perayaan maulid nabi sudah seperti lebaran Idul Fitri, dimana orang saling memberi dan menyuguhkan makanan,” tuturnya. (bud/zal)