Ruko Mangkrak, Dispora Telusuri Pemilik

1218
DISEMPURNAKAN : Pembangunan GOR Tri Lomba Juang rencanakan kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp 17 miliar dari APBD 2016. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISEMPURNAKAN : Pembangunan GOR Tri Lomba Juang rencanakan kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp 17 miliar dari APBD 2016. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tiga ruko di kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ), mangkrak. Tidak ingin merusak pemandangan dan mengurangi pemasukan retribusi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang mengirimkan surat peringatan kepada pemilik kios.

Namun sayang, Dispora tidak menemukan pemilik rukot ersebut. Sebab, nama pemilik di ruko tersebut telah dicari sesuai alamat, tetapi tidak ditemukan. Belum diketahui apakah nama tersebut asli atau nama fiktif untuk dikuasai oleh segelintir oknum. Saat ini, Dispora Kota Semarang selaku pihak yang mengelola kawasan tersebut telah menelusuri kepemilikan tiga kios tersebut.

“Tiga kios di ruko tersebut tercatat ada namanya. Tapi nama tersebut telah dicari sesuai alamat tidak ditemukan,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Gurun Risyatmoko, Minggu (3/12).

Dikatakannya, jumlah kios di ruko kompleks GOR Tri Lomba Juang Semarang tersebut ada 36 kios, masing-masing 12 kios di lantai 1, lantai 2 sebanyak 12 kios, dan lantai 3 sebanyak 12 kios. “Yang belum menempati ada tiga kios,” kata Gurun.

“Pemilik harus membayar kontrak dan retribusi. Karena ini dibiayai menggunakan APBD, tentunya ditargetkan dengan pendapatan retribusi. Kalau sudah menyewa, maka ya harus digunakan. Agar kondisi kios maupun ruko tersebut tidak mangkrak,” katanya.

Pihaknya mengaku telah mengirim surat sesuai dengan alamat pengguna kios tersebut. Tetapi tidak ada respon. Selain itu telah mencari nama tersebut, tetapi tidak ditemukan.

“Jangan sampai dia menyewa, tapi tidak digunakan. Apalagi ini sudah akhir tahun, tentunya sebentar lagi harus diperpanjang,” katanya.

Namun demikian, Gurun mengaku tidak sertamerta dengan mudah mengambilalih kios tersebut. Tetapi perlu tahap-tahap mulai peringatan 1, 2, hingga 3. “Kami juga tidak bisa semena-mena mengambilalih. Kami tunggu hingga akhir Desember, Januari harus sudah tertib,” katanya.

Dia menjelaskan, semua fasilitas di tempat tersebut menggunakan APBD Kota Semarang untuk kepentingan publik. Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas sesuai dengan prosedur dan aturan yang diberlakukan.

“Termasuk harus bertanggungjawab sesuai aturan dan perjanjian awal. Jangan sampai dia menandatangani perjanjian, setelah itu malah dibiarkan mangkrak begitu saja,” katanya.

Keberadaa ruko tersebut menjadi fasilitas pendukung GOR Tri Lomba Juang. Saat ini GOR tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. (amu/zal)