ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG

ORANG siswa diminta mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, menyusul adanya rencana mogok masal semua angkutan umum konvensional. “Kami meminta kepada seluruh orangtua agar bisa mengantarkan anaknya ke sekolah. Ini sebagai upaya antisipasi,” kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Magelang, Agus Sujito. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh kepala sekolah agar memberi kebijakan khusus bagi siswanya yang terlambat masuk sekolah.

Terpisah, Kepala Satuan Lantas Polres Magelang Kota, AKP Marwanto, saat dihubungi Jawa Pos Radar Kedu, membenarkan rencana aksi mogok masal angkutan umum. Marwanto menjelaskan, pihaknya langsung bertindak cepat berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Dinas Pendidikan mengenai dampak mogoknya angkutan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Kami sendiri dari Satlantas akan menerjunkan 6 unit mobil untuk mengangkut anak-anak sekolah. Selain itu, dari Polres Magelang Kota juga telah memerintahkan kepada Polsek untuk ikut mengawal dan mengangkut siswa sekolah yang terlantar,” jelas Marwanto.

AKP Marwanto juga menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar bisa memberikan kebijakan terkait adanya aksi mogok angkutan umum. Terkait kemungkinan adanya sweeping, Marwanto menegaskan, pihaknya sudah mengimbau kepada FORKAM agar tidak melakukan hal itu. “Kami tidak akan memberikan toleransi adanya aksi sweeping.” (cr3/isk)