BERI BANTUAN : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu saat bercengkerama dengan keluarga korban banjir rob di Pekalongan. Selain membantu evakuasi warga sejak awal banjir melanda, pihaknya juga memberikan logistik berupa makanan dan minuman bagi korban. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
BERI BANTUAN : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu saat bercengkerama dengan keluarga korban banjir rob di Pekalongan. Selain membantu evakuasi warga sejak awal banjir melanda, pihaknya juga memberikan logistik berupa makanan dan minuman bagi korban. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Sejak banjir rob melanda Kota Pekalongan bagian pesisir pada Jumat (1/12), hingga kemarin masih banyak daerah yang terendam air. Warga sangat membutuhkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu mengatakan, selain bantuan langsung dari Pemerintah Kota Pekalongan, pihak Polres dan jajaran juga turut memberikan bantuan kepada korban banjir dan rob.

“Sejak kemarin tim kami terus memantau perkembangan korban banjir. Selain bantuan logistik, Kami drop terus makanan dan minuman,” ucap suami Bupati Kendal Mirna Anissa ini, Minggu (3/12).

Ditambahkan Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Agus Riyanto, anggota terus memberikan bantuan kepada korban banjir. Baik yang ada di pengungsian maupun yang bertahan di rumah – rumah. “Makanan dan minuman sangat dibutuhkan warga, karena mereka kesulitan memasak,” ujarnya.

Untuk itu, sejak pagi pihaknya memiliki inisiatif membagaikan nasi bungkus kepada warga yang bertahan di rumah – rumah. Sedangkan warga yang mengungsi sudah dicukupi oleh dapur umum.

Menjelang petang, untuk mencukupi kebutuhan makanan bagi korban di perkampungan Pekalongan Utara, Polsek setempat menyalurkan bantuan berupa mie instan 70 dos dan 30 boks air mineral, khususnya kepada warga Salam Manis yang masih tergenang parah.

Sementara itu, setelah menggelar rapat dengan semua pejabat pada Jumat (1/12) sore, Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfud menetapkan status tanggap darurat banjir.

“Dari hasil rapat koordinasi dengan Dandim, Sekda dan OPD terkait, telah memutuskan status tanggap darurat bencana Kota Pekalongan selama 14 hari terhitung tanggal 1 Desember sampai 14 Desember,” kata Saelany di hadapan awak media, di Kantor PMI Kota Pekalongan, Jumat (1/12) malam.

Status tanggap darurat banjir ini, dituangkan melalui SK Wali Kota Pekalongan Nomor 613/362 Tahun 2017 tanggal 1 Desember 2017, tentang penetapan status tanggap darurat banjir. Saelany menjelaskan pihaknya bersama jajaran telah melakukan pemetaan lokasi pengungsian warga di sejumlah titik. Diantaranya di kantor Camat Pekalongan Utara, kantor Kelurahan Bandengan, Masjid Muhajirin Krapyak dan laboratorium Unikal di Slamaran. “Untuk bantuan darurat kita buat dapur umum di GOR Jetayu, PMI, dan Kelurahan Pasir Kraton Kramat,” jelasnya. (han/ric)