33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Terima Tantangan, Keluar dari Zona Nyaman

Thomas Soegianto, General Manager Hotel Dafam Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Dua puluh enam tahun sudah Thomas Soegianto berkecimpung di industri perhotelan. Tak berhenti belajar, berani berinovasi dan meluncurkan berbagai terobosan membawanya hingga posisi General Manager.

Thomas muda sebetulnya mengidamkan berkarya di perusahaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, yaitu teknik. Namun demikian, meski telah lolos seleksi di sebuah perusahaan impian, Thomas akhirnya memutuskan mundur karena saat itu orangtua meminta untuk bekerja tidak di luar Semarang.

“Lulus STM, sekitar tahun 1990 akhirnya saya masuk di industri perhotelan sebagai teknisi,” ujar General Manager Hotel Dafam Semarang ini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Sembari bekerja, pria asli Semarang ini juga melanjutkan kuliah di bidang teknik dan ekonomi. Lulus dari dua jurusan tersebut, Thomas berniat mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun lagi-lagi ternyata ia lebih berjodoh pada dunia perhotelan. Berbekal ilmu yang didapat di bangku kuliah serta pengalaman di lapangan tersebut, kariernya terus berkembang.

“Saya sempat dikirim ke Manado, masih sebagai teknisi, tapi sesekali juga diminta incharge sebagai GM. Di hotel tersebut saya banyak belajar ilmu manajerial,” ujarnya.

Setelah itu, Thomas bergeser ke beberapa hotel di bawah manajemen luar. Masih sebagai teknisi, selain mendapat berbagai ilmu dan pengalaman, pria yang memegang filosofi Tut Wuri Handayani ini juga mendulang cukup banyak prestasi.

Mulai dari tiga kali berturut-turut dinobatkan sebagai The Best Chief Engineer se-Malaysia, Singapura dan Indonesia hingga membawa hotel tersebut dengan predikat The Best Saving Energy dengan cakupan se-Asia Pasifik. Hingga sampailah ia pada posisi General Manager, meskipun dengan latar belakang awal sebagai teknisi.

“Kuncinya terus belajar, menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman. Karena kalau terus berada di posisi aman dan nyaman, tidak akan ada peningkatan. Dengan berada di posisi yang tidak aman, kita juga akan berpikir keras untuk mencari solusi dan penyelesaian dari berbagai tantangan yang dihadapi,” ujarnya.

Satu lagi, bersyukur. Meski tidak berada di jalur yang direncanakan semula. Bagi Thomas, industri perhotelan juga tidak kalah seru dan menantang. “Tiap hari saya bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang dan wawasan yang berbeda. Dari situ saya dapat banyak ilmu,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Stok Beras Jateng Cukup

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Stok beras hasil panen petani tergolong mencukupi untuk kebutuhan seluruh warga Jateng. Di pertengahan Januari ini, Bulog masih menyimpan sektar 102...

Pemkot Prioritas Pembangunan Infrastruktur

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Pemkot Salatiga akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada 2019 mendatang. Di antaranya, penataan saluran sepanjang Jalan Kartini kanan jalan dari Jalan Adi Sucipto; penyelesaian...

Jadi Ajang Sharing, Hingga Urusi Sertifikasi Pemandu Karaoke

RADARSEMARANG.COM - Pelaku hiburan di Kota Semarang kini punya wadah sharing, saling tukar informasi sekaligus menyebar promosi. Namanya Paguyuban Entertainment Semarang (Pagersemar). Lewat paguyuban...

Ulama Restui Cak Imin Nyawapres

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Ulama se-Jawa Tengah siap mendukung Muhaimin Iskandar  alias Cak Imin untuk bisa maju sebagai cawapres 2019. Dukungan terssebut diberikan karena Cak Imin merupakan...

FKPM Kedung Asem Jadi Percontohan: Ada Pujasera, Kas Tak Pernah Kosong

WARGA RW 5, Kelurahan Kedung Baruk, boleh merasa lega. Saat tidur maupun berangkat kerja, mereka tidak perlu khawatir soal keamanan kampungnya. Forum Kemitraan Polisi...

Angkutan Travel Paling Banyak melanggar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 15 kendaraan angkutan barang dan penumpang terjaring razia angkutan umum yang digelar secara mendadak oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres...