33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Lima Kelurahan Masih Terendam

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Gejala alam siklon tropis yang dikenal dengan nama Badai Cempaka dan Dahlia belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, dampaknya mengakibatkan banjir terjadi di sejumlah tempat di Pulau Jawa. Tak terkecuali di Kota Semarang.

Sedikitnya ada lima kelurahan di Kecamatan Genuk terendam banjir dan rob. Sebab, Badai Cempaka dan Dahlia ini mengakibatkan ketinggian permukaan air laut mencapai 180 sentimeter di Laut Jawa. Akibatnya, gelombang air laut meningkat dan masuk ke sungai-sungai sebelum akhirnya meluap ke daratan.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengidentifikasi penyebab banjir dan yang terjadi di wilayah Kecamatan Genuk Kota Semarang akibat pengaruh terjadinya gejala alam siklon tropis yang dikenal dengan sebutan Badai Cempaka dan Dahlia tersebut.

“Ini memang kejadian luar biasa. Kami cek di alat ukur pompa di Kali Semarang, ketinggian permukaan air laut mencapai 180 sentimeter. Ini juga pengaruh terjadinya gejala alam siklon tropis yang dikenal dengan sebutan Badai Cempaka dan Dahlia sebagaimana diumumkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Gejala alam),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Iswar Aminudin, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (2/12).

Sedangkan ketinggian sheet pile saat ini 160 sentimeter. Tentu hal ini, menurut Iswar, jelas sangat mempengaruhi kondisi sungai. Sebab, tanggul laut di Sungai Sringin dan Tenggang belum selesai dibangun. “Saat ini baru memasang sheet pile, belum memasang parapetnya. Sesuai rencana, parapet yang dibangun oleh BBWS nanti dengan ketinggian 275 sentimeter,” jelasnya.

Drainase tersumbat, kata dia, tidak mempengaruhi secara signifikan, justru penyebab banjir kali ini karena volume air laut naik secara drastis dan masuk ke sungai kemudian naik ke daratan. “Jumlahnya begitu banyak, sehingga terjadilah rob. Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sungai di sekitar meluap. Jadi, kali ini dua-duanya, yakni banjir dan rob. Apalagi hujan begitu tinggi intensitasnya ditambah dengan adanya badai Cempaka dan Dahlia itu,” terangnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tindak Tegas PKL Bandel

SEMARANG - Puluhan pedagang Pasar Johar yang ’kabur’ dari tempat penampungan sementara kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan menempati Jalan Beteng, akhirnya ditindak...

Elpiji 3 Kg Langka

SALATIGA -Dalam beberapa hari ini, masyarakat Salatiga kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg. Warga terpaksa antre untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Bahkan tidak...

FKGNI Nilai Ada Manuver Politik

UNGARAN – Kemelut di internal DPC PKB Kabupaten Semarang hingga kini belum juga usai. Ketua Forum Komunikasi Generasi Nahdlatul Ulama (FKGNU) Kabupaten Semarang Abdul...

Taufan Akui Rp 218 Juta Untuk Pribadi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kasi Kemitraan Komunikasi dan Teknologi Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang nonaktif, Taufan Yuristian Dalimarta akui semua perbuatannya, saat...

Komisi D akan Tinjau Kenaikan Tarif RSUD

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Komisi D DPRD Kendal akan mengkaji ulang kenaikan tarif layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal. Apakah kenaikan tersebut, memberatkan...

Ludes dalam Lima Menit

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Ribuan warga berjajar di tepi Jalan Raya Boja, Kamis (21/6). Mereka ingin menyaksikan arak-arakan Nyai Dapu atau Nyai Pandansari yang dipercaya sebagai tokoh...