Dorong Warga Aktif Berkegiatan

Desa Bendungan, Kecamatan Pabelan

203
PELAYANAN MAKSIMAL : Perangkat Desa sedang memberikan pelayanan kepada warga Desa Bendungan. Pelayanan maksimal akan terus diberikan sebagai komitmen Pemerintah Desa dalam upaya mensejahterakan warga
PELAYANAN MAKSIMAL : Perangkat Desa sedang memberikan pelayanan kepada warga Desa Bendungan. Pelayanan maksimal akan terus diberikan sebagai komitmen Pemerintah Desa dalam upaya mensejahterakan warga

PABELAN – Desa Bendungan terus mendorong masyarakat agar lebih aktif berkegiatan sosial. Upaya demi upaya dilakukan untuk membuat masyarakat terlibat dalam segala bentuk kegiatan Desa.

Dengan upaya yang terus dilakukan, menurut sekretaris Desa Bendungan Muhamad Zamroji, kesadaran masyarakat mulai meningkat. Banyak warga yang mulai aktif mengikuti kegiatan seperti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya.”Ya pelan-pelan akan kita arahkan untuk lebih aktif. Sehingga nanti bisa lebih kompak untuk mencapai tujuan desa bersama,” ujar Zamroji kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Muhamad Zamroji (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Muhamad Zamroji (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dengan keterlibatan aktif masyarakat masyarakat, pemerintah Desa ingin membangun Desa seperti yang telah dilakukan Desa lain. Desa Bendungan, kata Zamroji, juga akan belajar dari desa lain agar bisa menjalankan program-program berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. ”Kita lihat Desa lain kemudian akan kita sesuaikan denga Desa ini pengaplikasiannya,” jelasnya.

Zamroji mengatakan, saat ini program pemberdayaan masyarakat memang belum dilakukan secara maksimal. Sebab, fokus Pemerintah Desa saat ini adalah pada pembangunan infrastruktur, seperti penguatan jalan dan talut di desa Bendungan. ”Soalnya tanah di sini labil. Sehingga penguatan jalan menjadi priotitas kami. Meskipun demikian kita tidak melupakan pemberdayaan masyarakat. Tetap kami lakukan dengan pelan-pelan,” kata dia.

Sementara itu, Kasi Umum Desa Bendungan Mudrikah menambahkan bahwa Desa ini memang sudah mulai aktif dan kreatif untuk menghadapi kondisi Desa yang pertaniannya hanya mengandalkan tadah hujan. Di musim kemarau, warga mengisi waktu kosongnya dengan membuat keranjang tempat ikan atau sering disebut dengan besek.

”Mereka membuatnya di rumah. Kalau sudah jadi nanti akan diambil oleh pengepul. Ini dilakukan untuk mengisi waktu luang dan juga untuk menambah penghasilan mereka,” jelas Mudrikah.

Ke depan, setelah rampung pembangunan infrastruktur diharapkan pemerintah desa bisa lebih fokus untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Tentunya dengan upaya awal yang sudah dilakukan saat ini yakni mendorong masyarakat berkegiatan bersamama.

”Kami tetunya akan berupaya agar desa ini bisa seperti desa lainnya. Bisa maju. Meskipun letaknya bisa dibilang terisolasi, tapi kami akan berupaya untuk memajukan kesejahterakan masyarakat,” tegasnya. (cr4/bas)