Buka Wawasan Terhadap Seni

353
SINERGI : Sejumlah warga Kampung Bustaman menata kandang-kandang burung bukat yang telah digambar bentuk bumi. (NURCHAMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
SINERGI : Sejumlah warga Kampung Bustaman menata kandang-kandang burung bukat yang telah digambar bentuk bumi. (NURCHAMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

Pelibatan warga dalam berbagai proyek seni belakangan kian marak. Selain memfasilitasi seniman untuk berekspresi, kolaborasi tersebut juga memantik warga lebih aktif menghidupkan seni maupun kegiatan-kegiatan positif lainnya di lingkungan mereka.

Kandang Bumi Burung, salah satunya. Proyek seni instalasi ‘serial kandang’ yang terinspirasi dari hubungan antara manusia dan hewan dalam budaya Indonesia ini diinisiasi oleh seniman Jepang, Jun Kitazawa dengan melibatkan warga Bustaman.

Pada seri ini, Kitazawa membangun kembali kandang yang dianggap telah membuat batasan antara manusia dan sesuatu yang dimiliki oleh mereka. Proyek seni dimulai dengan membangun kandang-kandang burung berbentuk bulat. Kemudian menjahit kain untuk menyelimuti kandang. Setelah itu, di atas lembaran kain yang telah dijahit akan digambar bentuk bumi. “Semua orang di Kampung Bustaman bisa menggambarkan bentuk bumi mereka sendiri di kain penutup tersebut,” ujarnya.

Kandang burung berbentuk bumi ini akan digantung bersamaan dengan kandang-kandang burung lainnya di Kampung Bustaman. Ia berharap, setelah memproduksi kandang burung, para warga di Kampung Bustaman akan mampu menciptakan industri kecil.

“Seniman juga harus bisa menggali banyak hal, tidak hanya membuat suatu temuan dan bertindak kritis terhadap masyarakat, namun juga menciptakan ‘masyarakat yang terbuka dengan segala kemungkinan’ dengan sesamanya yang menghadapi hal-hal yang kontradiksi kenyataan,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah tantangan juga dihadapi dalam menjalankan sites specific art project yang melibatkan warga. Diantaranya proses pendekatan dalam menyampaikan tujuan pengerjaan seni tersebut, hingga penyesuaian dengan waktu kerja warga.

“Proses pengerjaan memakan waktu tiga minggu penuh, namun saya sudah observasi sejak setahun lalu. Selain itu, karena melibatkan warga, pengerjaan juga harus menyesuaikan jam kerja mereka dan tidak bosan-bosan menjelaskan manfaat dari proyek seni ini,” ujarnya.

Salah seorang warga Bustaman, Arya Asada mengaku senang dengan adanya program seniman masuk kampung, terlebih saat mereka dilibatkan dalam tahapan-tahapannya. Hal tersebut menurutnya cukup membuka wawasan mengenai dunia seni yang kini tengah berkembang.

“Wawasan kami mengenai seni jadi bertambah. Kami pun menjadi lebih antusias untuk menghidupkan kegiatan-kegiatan seni di kampung ini. Selain itu, juga memberi hiburan tersendiri, seperti saat menikmati menjahit atau menggambar kandang,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here