Bantu Empat Panti dan Ponpes

201
BERI BANTUAN: Direktur Fisioterapi Stikes Widya Husada Zainal Abidin, memberikan bantuan kepada pengurus panti asuhan Al Riyadlul Aitam Pudak Payung Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI BANTUAN: Direktur Fisioterapi Stikes Widya Husada Zainal Abidin, memberikan bantuan kepada pengurus panti asuhan Al Riyadlul Aitam Pudak Payung Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Widya Husada Semarang membantu empat panti asuhan dan pondok pesantren (Ponpes),  dengan menyumbangkan sembako hasil donasi dari mahasiswa.

Dosen Fisioterapi Stikes Widya Husada sekaligus panitia acara bakti sosial, Zainal Abidin, mengatakan jika donasi dari mahasiswa Widya Husada sengaja dilakukan dengan cara kolektif mengumpulkan sembako berupa gula, beras dan mie instan.

“Kita tidak menggunakan uang, karena tidak ingin memberatkan mahasiswa. Selian itu dalam bentuk barang dianggap lebih siap pakai dan praktis bagi panti asuhan dan pondok pesantren yang kami bantu,” katanya saat ditemui usai Bakti Sosial, kemarin.

Ia menerangkan, keempat ponpes dna panti asuhan yang diberi bantuan adalah Raudhatul Jannah Ungaran, Al Riyadlul Aitam Pudak Payung Semarang, Al Harun Boja, dan Panti Asuhan Al Idris Boja. Kegiatan tersebut, lanjut dia rutin dilakukan setiap tahun jelang Maulud Nabi. “Kami juga memberikan bantuan kepada 24 karyawan diantaranya petugas kebersihan, petugas keamanan dan supir yang bekerja di Widya Husada,” tuturnya.

Dengan bantuan yang diberikan, selain bertujuan untuk meringankan beban sesama, juga menjadi sarana bagi mahasiswa agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar sekaligus bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat secara luas.

Humas Stikes Widya Husada, Galuh Puspita menambahkan, selain kegiatan sosial, pihak kampus sendiri rutin menggelar kegiatan Asessment On The Street acara Car Free Day  di Simpang Lima ataupun Jalan Pahlawan Semarang sebagai sarana mengaplikasikan ilmu sekaligus mengenalkan pentingnya fisioterapi bagi manusia dan pemerikasaan gratis bagi masyarakat. “Kesempatan tersebut digunakan juga untuk mengenalkan kampus kami,” jelasnya.

Ia menerangkan saat ini fisioterapi sangat penting, bagi manusia, selain pada orang dewasa, juga bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak diantaranya keterlambatan kemampuan berbicara, terlambat berjalan hingga autisme. “Keretambatan gangguan gerak pada anak bisa disembuhkan dengan fisioterapi dengan ranah kerja peningkatan dan pencegahan serta penyembuhdan dan pemulihan tanpa obat, hal ini yang kurang dimengerti masyarakat,” tambahnya.

Dalam acara Asessment On The Street, lanjut dia, diisi dengan berbagai macam aktivitas diantaranya medical cek up, cek tensi gula darah, asam urat dan kolestrol serta pemerikasaan fisik Muskulosktetal untuk pengujung car free day secara gratis. (den/bas)