DEKAT DENGAN KARYAWAN : General Manager Hotel Dafam Semarang, Thomas Soegianto saat memasak di dapur bersama para karyawannya. (istimewa)
DEKAT DENGAN KARYAWAN : General Manager Hotel Dafam Semarang, Thomas Soegianto saat memasak di dapur bersama para karyawannya. (istimewa)

Thomas menilai, saling menghormati dan menghargai antar sesama karyawan menjadi kunci dalam menciptakan atmosfer kerja yang nyaman. Tak terkecuali baginya. Menurut pria yang hobi menonton kartun ini, posisi pimpinan tak lantas menjadikannya mendapatkan perlakukan yang jauh lebih istimewa.

“Atasan seharusnya lebih banyak memberi tauladan serta melayani, bukan sebaliknya, maunya dilayani terus. Dengan begitu, karyawan pun akan respek dengan sendirinya. Karena rasa segan tidak selalu hadir didasari rasa takut. Profesionalitas kerja juga akan membuahkan respek dari karyawan,” ujarnya.

Termasuk juga saat memberikan arahan pada para karyawan. Tutur kata yang halus namun penuh makna dinilainya akan lebih mengena dibanding penyampian perintah dengan cara yang terlalu keras. “Memang tugas pimpinan memberikan perintah dan arahan, tapi sebisa mungkin saya tetap gunakan bahasa yang santun. Mulut ini jangan sampai menyakiti, karena jabatan sejatinya hanya sementara,” ujarnya.

Tauladan ini terus ia tularkan. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan dimana di dalamnya, ia dan segenap direksi turun ke lapangan untuk melayani para karyawan. “Seperti beberapa waktu lalu, kami layani makan siang para karyawan. Ini juga terapi bila ada jajaran manager yang masih bersifat bossy,” ujar pria yang memegang filosofi Tut Wuri Handayani ini. (dna/ric)