BERJASA: Head coach Subangkit kembali disodori perpanjangan kontrak untuk membesut PSIS di Liga 1 2018 mendatang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERJASA: Head coach Subangkit kembali disodori perpanjangan kontrak untuk membesut PSIS di Liga 1 2018 mendatang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Manajemen tim PSIS Semarang tampaknya mulai bergerak membangun tim berjuluk Mahesa Jenar itu yang akan mulai berkompetisi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia musim 2018 mendatang.

Langkah pertama, manajemen PSIS telah resmi menyodorkan perpanjangan kontrak untuk head coach Subangkit. Pelatih asal Pasuruan itu dianggap berjasa membawa tim Mahesa Jenar kembali ke ‘rumahnya’ di Liga 1.

“Dari rapat manajemen kami memutuskan untuk memperpanjang kontrak Pak Subangkit. Hanya memang akan ada negosiasi ulang, jadi kalau negosiasi berjalan lancar beliau akan kembali melatih PSIS musim depan,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Tak hanya coach Subangkit, empat asisten pelatih PSIS musim ini yaitu Eko Riyadi, Dwi Setiawan, Budi Cipto dan Ahmad Sofianto juga kembali disodori perpanjangan kontrak oleh manajemen.

“Sekarang coach Subangkit meminta waktu untuk pulang ke Pasuruan. Mungkin dalam beberapa hari ke depan akan ada negosiasi. Semua official musim ini akan kami sodori perpanjangan kontrak,” kata Liluk.

Sementara mengenai pemain, Liluk mengatakan juga akan ada pemain-pemain Mahesa Jenar di Liga 2 kemarin yang kembali disodori perpanjangan kontrak. Manajemen masih menunggu hasil evaluasi coach Subangkit besok.

“Kalau dari pembicaraan lisan ada sekitar 60 hingga 70 persen pemain yang akan dipertahankan. Tapi kami masih menunggu evaluasi dan laporan coach Subangkit sebelum melangkah melakukan negosiasi,” sambung Liluk.

Sementara pagi (1/12) kemarin rombongan manajemen dan pelatih PSIS berkesempatan untuk bertemu dengan Kapolda Jateng Irjen (Pol) Condro Kirono di rumah dinas Kapolda. Pria yang juga anggota Exco PSSI itu berharap tim Mahesa Jenar bisa berbicara banyak di kancah kompetisi Liga 1.

“Dengan masuknya PSIS di Liga 1 memang menjadi harapan dari seluruh warga Jateng. Karena selama ini belum ada wakil Jateng yang masuk ke kasta tertinggi sepakbola Nasional. Saya akan memberikan dukungan penuh, memfasilitasi pengamanan nanti tempat main dimana karena ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan warga Jateng. Yang jelas kami berpesan PSIS harus menonjolkan permainan tim, semangat pantang menyerah dan fair play,” kata Kapolda. (bas)