TERTAHAN : Sebanyak 1300 penumpang KA tertahan di Stasiun Tawang karena ada 2 titik rel kereta api yang terendam banjir hingga 3. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTAHAN : Sebanyak 1300 penumpang KA tertahan di Stasiun Tawang karena ada 2 titik rel kereta api yang terendam banjir hingga 3. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang telah mengganggu perjalanan Kereta Api (KA) di Daop IV Semarang. Akibatnya 1300 penumpang baik yang akan ke Semarang atau ke Surabaya, terlantar di Stasiun Tawang maupun Stasiun Poncol.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, terdapat dua rangkaian kereta api yakni KA Harina dan KA Ambarawa Ekspres yang tidak bisa berangkat karena banjir yang menggenangi rel di kilometer (Km2) dan Km3, tepatnya di pintu perlintasan Kaligawe Semarang. Kondisi tersebut menyebabkan penumpang menunggu hingga berjam-jam.

Sedangkan ribuan penumpang, hanya duduk-duduk di selasar stasiun. Mereka hanya bisa menunggu tanpa kepastian waktu keterlambatan kereta, disebabkan faktor alam.

“Saya sudah tiga jam menunggu, tetapi belum ada kepastian waktu pemberangkatan. Dan tujuannya ke Surabaya dan menunggu sejak pukul 08.00 tadi,” ungkap salah seorang penumpang, Maryati, 45.

Maryati mengaku diberitahu jika keterlambatan dikarenakan adanya banjir yang menggenangi rel kereta api. “Meskipun terlambat, saya tetap tunggu sampai bisa melintas. Dan ini tidak buru-buru, ya masalahnya capek saja menunggu terlalu lama,” tambahnya.

Penumpang lainnya, Rahmad yang hendak ke Solo mengaku sudah menunggu lebih dari dua jam, tetapi belum berangkat juga. “Ini tidak disengaja, tetapi karena faktor alam. Ya harus sabar,” tambahnya.

Lebih lanjut Rahmad menambahkan jika sudah mendapatkan kompensasi dari PT KAI. Yakni, diberikan kesempatan untuk menukar tiket 100 persen. Namun Rahmad memilih menunggu kereta agar bisa melintas. “Sabar saja, nanti toh bisa berangkat juga,” paparnya.