Rawan Tumbang Pohon Dipangkas

349
ANTISIPASI ROBOH : Petugas Polres Temanggung, Dishub dan Dinas Pekerjaan Umum memangkas pohon pengayom yang rawan tumbang di sejumlah titik wilayah Temanggung belum lama ini (30/11). (IST)
ANTISIPASI ROBOH : Petugas Polres Temanggung, Dishub dan Dinas Pekerjaan Umum memangkas pohon pengayom yang rawan tumbang di sejumlah titik wilayah Temanggung belum lama ini (30/11). (IST)

TEMANGGUNG – Puluhan pohon pelindung di sejumlah titik jalan protokol Kabupaten Temanggung dipangkas. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras yang belakangan ini melanda wilayah Jateng.

Upaya itu dilakukan Polres Temanggung bekerja sama dengan dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan. KBO Lantas Polres Temanggung, Iptu Sugihartono mengatakan angin kencang berpotensi menumbangkan pohon-pohon pengayom di pinggir jalan. Terutama yang cabang-cabangnya mulai rapuh.

Disebutkan, penebangan pohon pengayom ini rencananya dilakukan di 11 titik yang dimulai di perkotaan Temanggung. Tetapi, tidak menutup kemungkinan pemangkasan dan penebangan pohon pengayom itu dilakukan pula di luar perkotaan, atau di wilayah kecamatan.

“Pemangkasan pohon pengayom tersebut untuk melindungi keselamatan para pengguna jalan raya. Pasalnya, bila tiba-tiba pohon tumbang akibat angin kencang, tentunya akan membahayakan para pengguna jalan yang tengah melaintas,” paparnya.

Sementara Kasi Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Temanggung, Septa, menyatakan, pihaknya secara rutin memantau pohon-pohon pengayom di di wilayah Temanggung. Pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan di perkotaan, tetapi juga hingga wilayah Kecamatan Candiroto, Wonoboyo maupun Tretep.

“Tidak jarang pula penebangan pohon pengayom atas usulan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan data pohon pengayom yang dinilai rawan tumbang di wilayah kota Temanggung ada sekitar 20 pohon. Pohon-pohon itu tersebar di berbagai titik. Di antaranya berada di Jalan dr Sutomo, Jalan Jenderal Sudirman, Kowangan.

“Pohon-pohon yang dipangkas tersebut kebanyakan sudah berusia tua dan rapuh, sehingga bila terkena angin kencang rawan roboh. Sementara pohon pengayom yang masih bagus hanya dipangkasi saja,” papar Pengawas Taman dan Pelaksana Pekerja Lapangan Taman Kota DPU Temanggung, Khaerudin. (san/lis)