33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Pekalongan Dikepung Banjir

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

PEKALONGAN – Ombak besar di pantai pesisir Kota Pekalongan sejak Kamis (30/11) malam, membuat sebagian besar wilayah Kecamatan Pekalongan Utara terendam air rob. Serasa tsunami, air terus berdatangan dari arah laut sejak Jumat (1/12) pagi hingga siang. Akibatnya, ribuan rumah terendam. Bahkan sebagian bangunan porak poranda diterangkan ombak.

“Padahal hingga pukul 07.00, daerah sekitar Jalan Kusuma Bangsa masih kering. Namun tiba-tiba semakin siang air meluap hingga ketinggian setengah meter,” kata Kharisma, salah seorang warga, Jumat (1/12).

Dari pantauan di lapangan tinggi gelombang di pesisir mencapai sekira  1, 5 hingga 2 meter, derasnya gelombang  menghantam tanggul pantai sepanjang 5 kilometer. Sehingga air meluap menuju pemukiman warga.

Dampaknya ribuan rumah, perkampungan warga, akses jalan, sarana umum terendam antara setegah meter hingga dua meter.

Ratusan warga terpaksa dievakuasi ke beberapa titik aman. Sebagian mereka mengungsi di kantor Kecamatan Pekalongan Utara dan ada di rumah susun Slamaran. Sebagian lain mengungsi di sanak keluarga yang tidak kebanjiran dan rumah ibadah yang aman.

Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, mengungkapkan pihaknya saat ini masih mendata kerusakan yang dtimbulkan akibat fenomena alam ini . Tercatat sebanyak 1.500 orang warga saat ini berada di pengungsian, dan terus bertambah karena air terus meninggi.

“Fokus kita saat ini penanganan warga yang terdampak banjir besar ini, pengungsi kita pusatkan di kantor kecamatan dan rumah susun . Kita sudah menetapkan kondisi darurat bencana,“ jelas Sri Ruminingsih.

Sementara itu Camat Pekalongan Utara Yos Rosyidi menambahkan, daerah yang terendam adalah,  Panjang Wetan,  Panjang Baru, Bandengan,  Padukuhan Kraton,  Krapyak, seluruhnya di Kecamatan Pekalongan Utara. Di Kabupaten Pekalongan yang terparah di Kelurahan Jeruksari, Mulyorejo, Tegal Dowo , Karangjompo Kecamatan Tirto dan di Kecamatan Wonokerto ada di Desa Api- api, Tratebang serta Jambean. Bahkan di daerah Bandengan ada sebagian wilayah dengan ketinggian air hingga leher orang dewasa.

Anggota Polres Pekalongan dan Polsek Pekalongan Utara juga sudah mulai mengevakuasi warga sejak pukul 04.00 subuh. Karena di beberapa daerah, air semakin tinggi ketika menjelang siang, saat pagi air belum terlalu tinggi.

“Kami akan terus memantau semua lokasi banjir, juga akan mengusahakan logistik kepada warga. Terutama yang mendesak makanan dan minuman,” jelasnya.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan, bahwa salah satu penyebab air yang meluap tidak bisa kembali lancar ke laut akibat saluran air menuju pantai tersumbat.

“Ini saya perintahkan petugas untuk menjebol paksa pintu air. Karena rusak dan tertutup pasir,” kata Saelany saat ditemui di lokasi jalur keluar nya air di Pantai Pasir Sari.

Pihaknya berjanji akan segera memperbaiki pintu air tersebut dalam waktu dekat.

Pada musibah kali ini, kata Saelany, pemkot mengucurkan dana sebesar Rp 1,5 miliar yang diambil dari dana cadangan untuk perbaikan dan logistik sementara dalam bencana kali ini.

“Sementara kami langsung cairkan Rp 1,5 miliar. Untuk logistik pengungsi, serta biaya yang lain. Kemudian kami segera rapat untuk tindakan selanjutnya,” tandas wali kota. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Laju Inflasi Jawa Tengah di Bawah Nasional

SEMARANG – Laju inflasi Jawa Tengah sepanjang tahun 2016 sebesar 2,36 persen. Laju tersebut lebih rendah dibanding laju inflasi nasional yang sebesar 3,02 persen....

Pilih Amerika atau Tiongkok

Satu dari ratusan inspirasi yang saya peroleh dari Amerika adalah: jangan lagi gunakan mesin ketik. Gunakan komputer. Rombak. Minggu itu juga. Sepulang dari Amerika. Jadilah...

Perlu Pembatasan Penggunaan Air Tanah

SEMARANG – Persoalan semakin menipisnya cadangan air tanah harus disikapi secara serius. Sebab, jika tidak ketersediaan air akan terus berkurang dan berdampak pada penurunan...

Bahasa Jawa Bentuk Karakter Budi Pekerti Luhur

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN Bahasa Jawa sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter budi pekerti luhur peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa kegiatan bimbingan dan pelatihan kepada peserta...

Tiket Pikatan Water Park Dikeluhkan

TEMANGGUNG- Sehari sebelum Ramadan, ribuan warga Temanggung dan daerah sekitar, kemarin, membanjiri tempat wisata Pikatan Water Park Temanggung. Tujuan mereka, melaksanakan tradisi padusan. Hanya...

Bagi-bagi Takjil ke Masyarakat

SEMARANG - SMA Sint Louis Semarang bagi-bagi takjil gratis bagi masyarakat umum pada Kamis-Jumat (8-9/6) lalu. Selama dua hari ratusan takjil dibagikan kepada para...