Sedangkan bus kecil dari jurusan Demak dan Jepara masih diampu di Terminal Terboyo. “Itu sifatnya sementara, sembari melakukan penataan. Nanti juga dilakukan pemindahan secara bertahap,” katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi menegaskan bahwa pihaknya bukannya menolak atas pemindahan Terminal Terboyo ke Penggaron. Tetapi setidaknya ada koordinasi dan sosialisasi berkelanjutan.

“Semua pihak di Terminal Terboyo harus diperhatikan. Termasuk dampak-dampak yang diakibatkan juga harus dilakukan antisipasi dan dipersiapkan. Jangan sampai setelah Terminal Terboyo dipindah, mengakibatkan kemacetan baru,” katanya.

Sebab, lanjut dia, selama ini beberapa titik di Kota Semarang sudah terjadi kemacetan. Misalnya saja penertiban atas munculnya terminal bayangan. Penataan ini harus dilakukan secara konsisten. “Jangan sampai ada lagi terminal bayangan, baik AKDP maupun AKAP. Dari arah Mangkang ada terminal bayangan di Krapyak, kemudian terminal bayangan di Kaligawe harus ditertibkan. Walaupun Terminal Terboyo ketika masih tipe A saja, ada terminal bayangan. Termasuk di Penggaron, juga ada terminal bayangan. Jadi, tergantung apakah ini konsisten atau tidak, kebijakan tersebut untuk menata agar pelaku transportasi dan pengguna jalan tertib,” katanya.

Apalagi jalur pemindahan bus saat ini melewati jalan tol. Otomatis, jalur keluar tol di titik Gayamsari rawan kemacetan. Bahkan sekarang ini saja exit tol sudah mengalami kemacetan di Jalan Majapahit. Terutama sepanjangan Jalan Majapahit hingga Penggaron. “Ini akan terjadi kemacetan lagi. Makanya kami berharap, kalau sudah menetapkan kebijakan juga harus konsisten,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Semarang perlu berkomunikasi dengan beberapa pihak. Misalnya pelaku usaha yang sekarang ini di Terminal Terboyo, karena mereka banyak dirugikan jika tidak ditindaklanjuti relokasi. “Mereka harus ditempatkan di mana, jangan kemudian ditinggal begitu saja. Perlu memanusiakan manusia, karena mereka setiap hari mencari pencaharian di sana,” katanya.

Sementara itu, Totok, 30, salah seorang kru bus jurusan Semarang-Solo, mengungkapkan kebijakan pengalihan bus AKDP dari Terminal Terboyo ke Penggaron, mulai 1 Desember kemarin, masih semrawut. Banyak bus dari arah selatan yang memilih putar arah di Sukun, Banyumanik. “Tanggal 1 Desember ini (kemarin, red), memang kebijakannya bus yang dari selatan harus ke Terminal Penggaron. Tapi praktik di lapangan masih semrawut,” ujarnya.