Ubah Mindset Melayani, Bukan Dilayani

470
BERI PELAYANAN TERBAIK : Tim pelayanan kesehatan dari RSUD Bendan saat memberi contoh pola kerja dan pelayanan yang baik. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI PELAYANAN TERBAIK : Tim pelayanan kesehatan dari RSUD Bendan saat memberi contoh pola kerja dan pelayanan yang baik. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (pemkot) Pekalongan, Kamis (30/11) kemarin, Pemkot Pekalongan menggelar seminar budaya kerja. Kegiatan yang berlangsung di ruang Amarta komplek balai kota, tersebut sekaligus bertujuan mengubah mindset ASN sebagai pelayan masyarakat, bukan dilayani.

Ditegaskan Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan Dan Sumber Daya Manusia Agust Marhaendayana bahwa setiap ASN di Kota Pekalongan harus  memiliki budaya kerja yang integritas, profesional dan berjiwa melayani.

“Prinsip lebih cepat, lebih tepat, lebih murah harus betul-betul diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat.  ASN harus memiliki mental melayani bukan dilayani,” tegasnya.

Ia berharap dengan gelar budaya kerja tersebut seluruh OPD dapat menjalankan seluruh tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) nya dengan baik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Organisasi Setda Muhammad Sahlan, Kepala Bagian Reformasi Birokrasi pada Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah Wiwit Setiawati.

Gelar Budaya Kerja menampilkan paparan risalah dengan metode Tujuh Alat Tujuh Langkah Pemecah Masalah (TULTA) yang kemudian divisualisasikan dengan yel-yel dan fragmen dari tiga OPD, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, dan RSUD Bendan.

Kepala Bagian Organisasi Setda Muhammad Sahlan mengatakan bahwa kelompok budaya kerja sudah terbentuk dari organisasi perangkat daerah maupun dari kelurahan. Namun belum seluruhnya melaksanakan penyusunan risalah sesuai ketentuan.

“Sudah terbentuk 31 kelompok budaya kerja dari perangkat daerah dan 27 dari kelurahan tapi masih banyak yang belum menyusun risalah,” katanya.

Sahlan menambahkan untuk memotivasi perangkat daerah agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan di masing-masing OPD pihaknya akan mengadakan lomba budaya kerja yang diikuti oleh seluruh OPD pada tahun 2018 nanti.

“Kami akan melakukan pendampingan kepada OPD yang belum melaksanakan budaya kerja dengan TULTA. Kemudian kami akan berikan reward kepada OPD terbaik dalam melaksanakan budaya kerja,” tandasnya. (han/zal)