Ubah Mindset Melayani, Bukan Dilayani

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

PEKALONGAN – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (pemkot) Pekalongan, Kamis (30/11) kemarin, Pemkot Pekalongan menggelar seminar budaya kerja. Kegiatan yang berlangsung di ruang Amarta komplek balai kota, tersebut sekaligus bertujuan mengubah mindset ASN sebagai pelayan masyarakat, bukan dilayani.

Ditegaskan Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan Dan Sumber Daya Manusia Agust Marhaendayana bahwa setiap ASN di Kota Pekalongan harus  memiliki budaya kerja yang integritas, profesional dan berjiwa melayani.

“Prinsip lebih cepat, lebih tepat, lebih murah harus betul-betul diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat.  ASN harus memiliki mental melayani bukan dilayani,” tegasnya.

Ia berharap dengan gelar budaya kerja tersebut seluruh OPD dapat menjalankan seluruh tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) nya dengan baik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Organisasi Setda Muhammad Sahlan, Kepala Bagian Reformasi Birokrasi pada Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah Wiwit Setiawati.

Gelar Budaya Kerja menampilkan paparan risalah dengan metode Tujuh Alat Tujuh Langkah Pemecah Masalah (TULTA) yang kemudian divisualisasikan dengan yel-yel dan fragmen dari tiga OPD, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, dan RSUD Bendan.

Kepala Bagian Organisasi Setda Muhammad Sahlan mengatakan bahwa kelompok budaya kerja sudah terbentuk dari organisasi perangkat daerah maupun dari kelurahan. Namun belum seluruhnya melaksanakan penyusunan risalah sesuai ketentuan.

“Sudah terbentuk 31 kelompok budaya kerja dari perangkat daerah dan 27 dari kelurahan tapi masih banyak yang belum menyusun risalah,” katanya.

Sahlan menambahkan untuk memotivasi perangkat daerah agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan di masing-masing OPD pihaknya akan mengadakan lomba budaya kerja yang diikuti oleh seluruh OPD pada tahun 2018 nanti.

“Kami akan melakukan pendampingan kepada OPD yang belum melaksanakan budaya kerja dengan TULTA. Kemudian kami akan berikan reward kepada OPD terbaik dalam melaksanakan budaya kerja,” tandasnya. (han/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -