BANJARNEGARA — Suasana pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Karangkobar Kabupaten Banjarnegara, Kamis (30/11) siang, tiba-tiba kacau. Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di tempat tersebut membuat tenda tempat pemungutan suara (TPS) roboh. Seorang warga terluka akibat tertimpa besi rangka tenda.

Pelaksanaan pilkades awalnya berjalan lancar. Gerimis yang turun sejak pagi tidak mengganggu aktivitas warga melaksanakan pesta demokrasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, cuaca tiba-tiba berubah. Hujan semakin deras disertai angin kencang. Tapi warga masih meneruskan proses pemungutan suara di bilik yang disediakan.

Angin kencang membuat TPS yang dibangun menggunakan tenda bertiang besi mulai bergoyang mengikuti arah angin. Seluruh panitia pemungutan dan pemilih lari berhamburan keluar tenda untuk mencari selamat. Tak selang lama, tenda beratap seng itu benar-benar ambruk diterjang angin.

Kapolsek Karangkobar AKP Suyit Munandar menjelaskan, warga yang terluka adalah panitia TPS, Farida Dwi, 22. “Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar karena pingsan diduga tertimpa besi rangka atas tenda yang mengenai punggungnya, saat ini korban sudah dirujuk ke RSUD,” katanya.

Setelah dilakukan proses evakuasi, pilkades yang sebelumnya digelar di lapangan Desa Karangkobar akhirnya dilanjutkan kembali di SDN 2 Karangkobar.

Pelaksanaan pilkades di Desa Balun dan Desa Legoksayem Kecamatan Wanayasa juga terhambat oleh bencana angin kencang. TPS di 2 desa tersebut terpaksa dipindah ke tempat yang lebih aman.

Terpisah, Tuhana, 33, warga Desa Pekasiran Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara tewas tertimpa pohon yang tumbang akibat diterjang angin kencang. Saat kejadian korban sedang bekerja sebagai buruh tani di ladang milik Mukhlas di Desa Condongcatur, Kecamatan Pejawaran. (jpg/ton)