TPS Pilkades Roboh, Pemilih Berhamburan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

BANJARNEGARA — Suasana pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Karangkobar Kabupaten Banjarnegara, Kamis (30/11) siang, tiba-tiba kacau. Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di tempat tersebut membuat tenda tempat pemungutan suara (TPS) roboh. Seorang warga terluka akibat tertimpa besi rangka tenda.

Pelaksanaan pilkades awalnya berjalan lancar. Gerimis yang turun sejak pagi tidak mengganggu aktivitas warga melaksanakan pesta demokrasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, cuaca tiba-tiba berubah. Hujan semakin deras disertai angin kencang. Tapi warga masih meneruskan proses pemungutan suara di bilik yang disediakan.

Angin kencang membuat TPS yang dibangun menggunakan tenda bertiang besi mulai bergoyang mengikuti arah angin. Seluruh panitia pemungutan dan pemilih lari berhamburan keluar tenda untuk mencari selamat. Tak selang lama, tenda beratap seng itu benar-benar ambruk diterjang angin.

Kapolsek Karangkobar AKP Suyit Munandar menjelaskan, warga yang terluka adalah panitia TPS, Farida Dwi, 22. “Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar karena pingsan diduga tertimpa besi rangka atas tenda yang mengenai punggungnya, saat ini korban sudah dirujuk ke RSUD,” katanya.

Setelah dilakukan proses evakuasi, pilkades yang sebelumnya digelar di lapangan Desa Karangkobar akhirnya dilanjutkan kembali di SDN 2 Karangkobar.

Pelaksanaan pilkades di Desa Balun dan Desa Legoksayem Kecamatan Wanayasa juga terhambat oleh bencana angin kencang. TPS di 2 desa tersebut terpaksa dipindah ke tempat yang lebih aman.

Terpisah, Tuhana, 33, warga Desa Pekasiran Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara tewas tertimpa pohon yang tumbang akibat diterjang angin kencang. Saat kejadian korban sedang bekerja sebagai buruh tani di ladang milik Mukhlas di Desa Condongcatur, Kecamatan Pejawaran. (jpg/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -