Tekan Angka Kematian Ibu

310
MONITORING : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi, saat melakukan kegiatan monitoring kesehatan di Pukesmas Tirto 1. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
MONITORING : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi, saat melakukan kegiatan monitoring kesehatan di Pukesmas Tirto 1. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – Angka kematian ibu saat melahirkan dan balita di Kabupaten pekalongan cukup tinggi. Berbagai upaya akan dilakukan tim terpadu untuk menekan kasus tersebut. Tim terpadu terdiri dari Tim Penggerak PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (Dinas PMD P3A KB), Dinas Kesehatan.

Salah satu upayanya menyukseskan program keluarga berencana (KB). Tim terpadu akan memonitoring desa-desa terpencil dan desa di kawasan pesisir. Mengingat angka kematian ibu melahirkan dan balita di dua wilayah tersebut cukup tinggi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi meminta PKK tingkat desa, harus selalu melakukan kegiatan monitoring bersama bidan desa, terhadap ibu hamil dan ibu melahirkan. Dengan begitu kesehatan ibu dan janin mudah terpantau.

“Dari kegiatan monitoring tersebut kita bisa memantau perkembangan ibu sejak hamil tiga bulan pertama, hingga melahirkan,” ungkap Munafah Asip Kholbihi, saat melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan KB Kesehatan PKK di Puskesmas Tirto 1 dan Tirto 2, Kamis (30/11) kemarin.

Munafah mengatakan untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan ibu hamil, perlu melibatkan banyak pihak, termasuk Juang Kartika Dandim 710 Pekalongan, yang sudah ada pada setiap kecamatan melalui Koramil setempat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala Puskesmas Tirto 1 dan Puskesmas Tirto 2, Camat Tirto, Danramil 12 Tirto, atas kerjasama dan terselenggaranya kegiatan KB Kes PKK dan Juang Kartika di Kecamatan Tirto ini,” ujarnya.

“Mudah mudahan apa yang menjadi niat baik, dan tujaan kita bersama bisa berhasil untuk menekan angka kematian bayi dan ibu hamil. Kita harus bersinergi bekerja sama, kerja keras, kerja cerdas, kerja trengginas untuk menekan angka kematian ibu dan anak lewat KB Kes ini,” tandas Munafah Asip Kholbihi. (thd/zal)