33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Musthofa Kagumi Kemajuan Kota Magelang Bersama Sigit

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KUDUS – Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan Musthofa mengagumi kemajuan Kota Magelang, terutama sektor jasa dan penurunan angka kemiskinan di bawah kepemimpinan Sigit Widyonindito. Bahkan ia mengakui bahwa Kabupaten Kudus bisa belajar dari Kota Magelang.

Hal ini diungkapkan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kudus sekaligus Bupati Kudus ini saat menerima silaturahmi Bakal Calon Wakil Gubernur PDI Perjuangan Sigit Widyonindito di Kantor DPC PDI Perjuangan, Kabupaten Kudus, Rabu (29/11) malam. Musthofa mengakui, sosok Sigit sangat berpengalaman di bidang birokrasi. Terbukti, dengan rekam jejaknya yang menjabat hingga 39 tahun sebagai abdi negara.

“Dalam periode itu cukup lama itu, sudah banyak penghargaan yang didapat Pak Sigit. Kami berdua pun sudah sangat sering bertemu ketika sama-sama diundang ke Jakarta untuk menerima berbagai penghargaan. Jujur, dengan Kota Magelang saya sebenarnya cukup iri,” kata Musthofa.

Terlebih, menurut Musthofa, kemajuan Kota Magelang dirasakan cukup pesat belakangan ini. Hal itu terlihat dari banyaknya hotel berbintang yang berdiri, penurunan angka kemiskinan hingga 6 persen pada periode 2010-2015 lalu, dan penghargaan lain yang didapat.

“Kabupaten Kudus, bisa belajar banyak dengan Kota Magelang. Di Kudus sendiri, untuk sektor pariwisata dan perhotelannya sedang dirintis. Kesempatan ini tentunya bisa dijadikan ajang tukar pikiran.”

Musthofa menilai antara ia dengan Sigit punya banyak kesamaan, terutama style dalam memimpin daerah. Musthofa menilai, Sigit merupakan kepala daerah yang sangat impulsif. Selain itu, ia dengan Sigit juga memiliki hubungan kekeluargaan yang cukup dekat.

“Beliau itu eksekutif tapi eksekutif yang impulsif. Menjadi sebuah kebanggaan tentunya, partai punya kader seperti Pak Sigit. Beliau (Sigit) nggak jauh-jauh dari saya. Saya harap, karena beliau adalah satu-satunya bakal calon wakil gubernur yang datang ke sini, mudah-mudahan, Bismillah semuanya, bisa bersama membangun Jawa Tengah menjadi lebih baik. Kalau ditanya calon gubernurnya Musthofa ya wakilnya berarti Pak Sigit,” kata Musthofa disambut tepuk tangan puluhan kader di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus.

Kunjungan Sigit bersama kader dan pengurus DPC PDIP Kota Magelang menjadi rombongan pertama yang datang ke Kudus. Safari politik tersebut menjadi amanah yang dikeluarkan DPD PDIP Jawa Tengah kepada para bakal calon yang maju bursa Pilgub Jateng.

Terkait dengan kompetisi politik jelang Pilgub Jawa Tengah, Musthofa dan Sigit sepakat akan menyerahkan sepenuhnya keputusan rekomendasi kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Kami akan tetap tegak lurus dan menghormati apapun keputusan Ibu Ketua Umum. Bagaimanapun kita harus menaruh kebaikan terhadap siapa saja. Tetapi kalau bisa berharap, melihat kekompakan dan survei, kami merasa sangat percaya diri,” kata Musthofa.

Sigit mengatakan, alasan keikutsertaannya dalam ajang kompetisi politik bukan untuk cari nama atau bahkan sekadar gaya-gayaan. Lebih dari itu, Sigit mempunyai cita-cita membawa Jawa Tengah sejajar dengan daerah lain di Pulau Jawa.

“Tanpa mengkritisi pemerintahan yang sekarang, saya terus terang ingin Jawa Tengah bisa menjadi provinsi, ya minimal sejajar dengan provinsi lain di Pulau Jawa. Lihat saja daerah tetangga, di sana perkembangannya bagus, punya banyak bandara, pelabuhan, dan lainnya. Nah, karena Jawa Tengah adalah daerah yang sangat kaya, jadi potensinya sebenarnya sangat luar biasa, tinggal bagaimana memolesnya,” kata Sigit.

Sigit mengaku ingin meniru rekam jejak Bupati Kudus dalam memimpin roda pemerintahan di daerah. Sigit mengakui bahwa Musthofa merupakan kader terbaik yang dimiliki partai dan merasa terpanggil menjadi bakal calon gubernur Jawa Tengah. “Saya ingin meniru kiprah beliau yang piawai dari swasta, kemudian di birokrasinya juga sukses, sehingga Kudus sekarang menjadi daerah yang luar biasa,” pungkas Sigit.

Menurut Sigit, di tangan Musthofa, Kabupaten Kudus menjelma menjadi daerah yang sangat diperhitungkan. Tak hanya tingkat regional provinsi, bahkan Kudus seringkali mewakili Jawa Tengah di kancah nasional.”Tentu kita ingin mendukung keinginan suci beliau untuk mewarnai Pilgub Jawa Tengah,” jelas Sigit.

Hanya saja, sampai saat ini, Sigit belum tahu siapa yang akan mendapat rekomendasi dari ketua umum. Namun yang terpenting, melalui silaturahmi politik yang gencar dilakuannya tersebut, paling tidak Sigit bisa mengenal secara dekat dengan jajaran DPC PDIP Kabupaten Kudus maupun DPC PDIP lainnya. “Kalau sudah kenal begini, ujung-ujungnya ya promosi. Kapan-kapan kalau lewat Magelang mampir lah,” kata Sigit sambil tertawa. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pahlawan Sichuan

Kaca depan pilot itu copot. Minggu lalu. Di udara Tiongkok. Pada ketinggian 32.000 kaki. Sama dengan yang terjadi di South West Airline di Amerika....

Ratusan Pekerja Belum Dibayar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Polemik pengerjaan proyek tempat relokasi tahap II Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) hingga kini belum ada kejelasan....

Gelar Pembuatan Akta Kelahiran Masal

DEMAK-Sebanyak 160 warga Desa Pidodo, Kecamatan Karangtengah mengikuti kegiatan pembuatan akta kelahiran masal yang digelar Karang Taruna Sinar Permata di Balai Desa Pidodo. Kegiatan...

TMMD Tahap I 2007 Bangun Infrastruktur

WONOSOBO-Perwira Seksi Teritorial Kodim 0707/Wonosobo Kapten (Inf) Sugeng Hariyanto mewakili Dandim memimpin rapat koordinasi dan sosialisasi TMMD sengkuyung tahap I tahun 2017, kemarin. Tempatnya,...

Ubahan Ekstrim tapi Cocok Buat Touring

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Konsep out of the box coba dilakukan oleh Owner Fuctory Brother House of Custom, Catra Bintang. Yakni dengan melakukan modifikasi yang...

IPB Bangun Pusat Penelitian di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana membangun Station Lapangan di Desa Kajen Kecamatan Kajen. Lokasi ini akan jadi tempat penelitian dan kuliah...