33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Minta Sisa Lelang BPD Papua Diserahkan Kurator

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

SEMARANG-Tak segera menyampaikan sisa hasil lelang ke kurator, kuasa hukum buruh dan pengusaha asal Palur, Sukoharjo, Hendrianto Bambang Santosa, mengeluhkan sikap Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua. Karena itulah, pihaknya menduga ada indikasi penggelapan terkait masalah tersebut.

“Seharusnya uang sisa penjualan lelang segera dikembalikan ke kurator, sehingga uangnya bisa dibagikan kepada para kreditur,” kata Kuasa Hukum Hendrianto, Eka Widhiaro sebelum sidang beragendakan pembuktian perkara gugatan lain-lain terkait kepailitan PT Nyonta Meneer (PT Njonja Meneer) dalam sidang di Pengadilan Niaga (PN) Semarang, Kamis (30/11) kemarin.

Pihaknya menduga, BPD Papua mendapat keuntungan dari bunga simpanan, karena sisa uang sampai sekarang masih ditahan di BPD Papua. Atas masalah itu, pihaknya berencana melaporkan ke Polda Jateng, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

“Seharusnya mekanisme uang hasil sisa penjualan lelang sudah menjadi hak para kreditur. Dari info kurator, sisanya diperkirakan Rp 15 miliar. Tapi hasil penjualan dan transparansi belum diberitahukan ke kami. Bahkan informasinya kurator sudah berusaha menyurati, namun belum ada tanggapan,” kata Eka sebelum sidang dimulai.

Sama halnya dengan kuasa hukum 82 buruh Nyonya Meneer, Yetty Any Ethika yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang gugatan terhadap BPD Papua, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang sebagai tergugat 1 dan 2, serta tim kurator PT Nyonta Meneer (Wahyu Hidayat dan Ade Liansah) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai pihak turut tergugat 1 dan 2. Gugatan itu dilayangkan Hendrianto melalui tim kuasa hukumnya dari kantor advokat Eka Widhiarto dan Rekan.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim, Pudjo Hunggul tersebut, Yetty mengaku sebelumnya datang ke pelelangan aset Nyonya Meneer yang dilakukan KPKNL. Saat itu, yang mengajukan lelang adalah BPD Papua.

“Informasinya, kami dengar laku di atas 7 aset. Waktu itu, pelelangan tetap berlangsung, walau kami mengajukan keberatan,” kata Yetty di hadapan majelis hakim.

Yetty mengaku kecewa, karena sampai saat ini, data-data risalah lelang belum diberikan KPKNL. Ia berharap apabila ada sisa kelebihan lelang bisa dikembalikan ke kurator. Ia juga mengaku, saat ini memperjuangkan uang kliennya dengan total uang pesangon Rp 5 miliar lebih.

“Jumlah lelang sepemahaman saya 13 aset, kalau nilainya tidak paham. Kami berharap sisa lelang segera dikembalikan ke kurator, supaya bisa dibagikan ke kreditur maupun buruh,” tandasnya.

Usai siding, kuasa hukum kurator Nyonya Meneer, Anugerah Surya Kusuma menilai, terkait sidang tersebut merupakan hak pekerja dalam memperoleh dan memperjuangkan haknya. Sedangkan terkait sisa lelang, ia mengaku belum mengetahui, karena semua masih ditangani secara administrasi oleh kurator.

Sedangkan kuasa hukum BPD Papua, Anjas Pangestu Judo H dan Hendra Tambunan mengaku belum bisa memberikan tangapan detail. Ia beralasan begitu sidang putusan, akan diberikan tanggapan. Namun demikian, diakuinya kliennya sudah menyerahkan ke kurator terkait sertifikat tanah Nomor 654 yang ada di Purwodinatan, dengan alasan tanah itu masuk boedel pailit.

“Kalau yang proses lelang bukan kami kuasa hukumnya. Kami mewakili selama proses sidang ini saja. Hari ini, rencana kami koordinasi lagi dengan klien kami ke Papua. Kalau KPKNL berhalangan hadir, katanya ada pemeriksaan dari kementrian,” jelasnya.  (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Bupati Segera Bangun Jembatan Darurat

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Jembatan vital, sebagai penghubung Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, ini putus. Jembatan tersebut berada di wilayah Desa Luragung, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dan...

Pernah Tidur di Emperan Toko, Sekarang Bos Perusahaan

Siapa yang menyangka, Haji Rusbandi yang pernah menjadi kuli panggul dan tidur di emperan toko, kini menjadi seorang pengusaha. Seperti apa kisahnya? JOKO SUSANTO H SUBANDI,...

Berjalan Lancar

Meski terkendala faktor cuaca, proyek pembangunan Pasar Johar Baru terus dikerjakan. Pemkot Semarang menargetkan pasar bisa selesai di awal tahun 2020 dari rencana semula.

Salurkan 600 Bantuan Kaki-Tangan Palsu

SEMARANG - Puluhan penyandang tuna daksa di Kota Semarang dan sekitarnya mengikuti pengukuran pembuatan kaki palsu di Gereja Yesus Kristus Semarang, Jalan Ahmad Yani...

Santri Harus Paham Bahaya Radikalisme

KENDAL—Aksi teroris oleh oknum yang mengatasnamakan Islam menjadi kepirhatinan Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj. Makanya, perlu ditekankan bahaya terorisme sejak...

Laporan Keuangan Unit Tour-Travel Nihil

“Laporan 2016, semua unit untung atau ada pemasukan. Hanya Unit Tour and Travel saja yang nihil.” SUHELI  Kasi Pidsus Kejari Temanggung TEMANGGUNG—Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung, Senin (6/11)...