LUPAKAN EUFORIA: Setelah memastikan diri promosi, PSIS harus segera mempersiapkan diri memenuhi semua aspek kewajiban untuk bertarung di Liga 1. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUPAKAN EUFORIA: Setelah memastikan diri promosi, PSIS harus segera mempersiapkan diri memenuhi semua aspek kewajiban untuk bertarung di Liga 1. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Setelah memastikan diri promosi ke kompetisi kasta tertinggi musim depan, tim PSIS Semarang saat ini diburu waktu untuk segera mempersiapkan diri sebelum kickoff yang rencananya akan digelar 24 Februari 2018 mendatang.

Yang pertama harus dilakukan oleh tim berjuluk Mahesa Jenar tentunya adalah mempersiapkan tim untuk bertarung di Liga 1 2018. Manajemen hanya memiliki waktu efektif dua bulan yaitu Desember 2017 dan Januari 2018 jika kickoff positif digelar Februari 2018.

“Memang kami tidak punya banyak waktu. Setelah ini dalam beberapa hari ke depan kami akan segera menentukan langkah apa saja yang harus segera kami lakukan baik persiapan teknis maupun non teknis,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Persiapan bersifat non teknis juga tak kalah pentingnya. Selain masalah kesiapan pendanaan, PSIS juga harus menyiapkan dua hal penting yaitu kesiapan home base mereka dan supporting team yang menjadi persyaratan wajib tim-tim Liga 1.

Masalah home base, saat ini manajemen Mahesa Jenar juga belum menentukan dimana kandang yang akan mereka gunakan menyususl Stadion Jatidiri Semarang yang kemungkinan baru kelar direnovasi tahun 2019 mendatang.

“Ada beberapa Stadion yang kami jajaki sebagai home base diantaranya Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Stadion Manahan Solo atau Stadion Moch Soebroto Mahelang. Ketiganya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata CEO PT Mahesa Jenar Semarang (MJS), AS Sukawijaya.

Dengan kondisi tersebut, hampir bisa dipastikan PSIS kan menjadi tim ‘musyafir’ selama kompetisi Liga 1 2018. Tentu itu menjadi kerugian mengingan Mhaesa Jenar juga butuh dukungan penuh suporter ketika melakoni laga kandang.

“Kami memang tidak punya pilihan karena Stadion Jatidiri sedang dalam proses renovasi. Yang pasti kami akan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi Liga 1 apapun kondisinya,” sambung pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.

Problem lain yang harus segera dipikirkan manajemen PSIS adalah pembentukan supporting team. Seperti diketahui kontestan Liga 1 wajib memiliki tim muda yang berisi pemain U-21 atau U-19 yang nantinya juga akan bertarung di kompetisi Liga 1 U-21 atau U-19.

“Saya kira tidak ada masalah, Semarang gudangnya pemain muda berbakat di tim kami saat ini juga banyak diisi pemain muda Semarang, kami juga punya pelatih-pelatih muda potensial. Tinggal masalah waktu saja untuk mempersiapkan diri,” pungkas Yoyok. (bas)