Mirna Annisa (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG).
Mirna Annisa (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL – Bupati Kendal Mirna Annisa memastikan jika pada seleksi penerimaan perangkat Desa 2017 tidak ada makelar jabatan atau uang suap. Sebaliknya, justru ia ingin penerimaan Perangkat Desa berjumlah 562 jabatan di 249 Desa itu bersih terbuka dan bersih.

“Komitmen sejak awal ini adalah langkah perubahan. Makanya saya ingin semua prosesnya clean dan clear. Jadi tidak ada itu saya minta uang atau jual jabatan perangkat Desa,” katanya saat jumpa press di ruang kerjanya, kemarin (30/11).

Pernyataan tersebut menyusul banyaknya isu di media sosial yang menyatakan ada oknum yang mengatasnamakan dirinya menerima dan meminta sejumlah uang kepada para calon perangkat desa. Justru ia menemukan orang yang menemukan orangnya, Mirna meminta agar dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Tidak ada saya menyuruh atau memerintahkan untuk menjual jabatan. Jika ada oknum yang meminta uang mengatasnamakan saya silahkan ditangkap dan bawa ke pihak yang berwajib. Atau laporkan saya, biar saya yang menyeret ke pihak yang berwajib,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Mirna bahkan siap memberikan hadiah kepada orang yang mampu menangkap oknum yang melakukan jual beli jabatan pada seleksi penerimaan perangkat desa. “Ini sebagai bentuk, bahwa tidak ada titip-titipan. Jadi penerimaan Perangkat Desa ini, bebas dari namanya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” tandasnya.

Salah satu bukti tidak adanya titipan atau jual beli jabatan, lanjut Mirna, dalam seleksi penerimaan perangkat desa ini pihak pemkab menggandeng pihak ke tiga. Yakni dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemprov Jateng dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng. “Jadi bukan kami yang menangani secara langsung,” tandasnya.