Gampang Hafal Anggaran daripada Dialog Ketoprak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Jateng menjadi pemain ketoprak untuk memeriahkan peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (29/11) malam. Meski kurang luwes saat bermain, tapi penampilan mereka bisa menghibur penonton.

Mereka mengusung lakon Sumpah Palapa. Sekda Jateng, Sri Puryono berperan sebagai Patih Arya Tadah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Lalu Safriyadi menjadi Senopati Among Raga, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Prasetyo Aribowo menjadi Senopati Jaga Satru dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Arief Irwanto menjadi Patih Gajahmada.

Memang tak semuanya berperan dengan sempurna. Maklum, untuk menghafal naskah saja mereka sudah susah karena tidak punya waktu untuk membaca. Latihan pun hanya dua kali. Akhirnya, pertunjukan pun mengalir dengan sangat natural, yang kadangkala memantik tawa penontonnya.

Seperti Kepala BKD yang berulangkali mimiknya tercuri sedang berpikir dialog apa yang mesti disampaikan. Apalagi, dia tak fasih berbahasa Jawa halus. Sri Puryono menyampaikan, sejumlah rekannya memang mengaku stres menghafal naskah ketimbang membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA). Tapi dia tidak kecewa. Sebab, pertunjukkan yang disajikan bertujuan utama menghidupkan kembali seni budaya Jateng.

“Saya berkeinginan nanti kethoprak ada, wayang orang ada, bahkan lawak pun ada. Silahkan dikembangkan seni budaya kita. Ini perintahnya Tri Sakti Bung Karno yang ketiga, berkepribadian dalam kebudayaan,” tuturnya.

Sebelum ketoprak, para pejabat juga menyuguhkan fashion show batik tenun. Terhitung ada 12 model yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlenggak-lenggok layaknya model profesional di atas catwalk yang telah disediakan. Para pemenang lomba fashion show dalam rangka HUT Korpri itu memeragakan busana rancangan desainer kondang Ina Priyono dan Elkana Gunawan. Meski tak diperagakan oleh model berpengalaman, daya pikat dari keindahan busana yang dikenakan ternyata tidak berkurang.

Usai dimanjakan dengan peragaan busana, para tamu disuguhi dengan penampilan Band Gayeng. Bukan band biasa karena beranggotakan Kepala Biro Pembangunan Daerah Tavip Supriyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gatot Bambang Hastowo, Kepala Dinas Sosial Nurhadi Amiyanto, Kepala Bappeda Sujarwanto Dwi Atmoko, Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Bambang NK, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Wika Bintang. Sejumlah lagu karya penyanyi ternama dibawakan dengan apik. Seperti Andaikan Kau Datang Kembali, Why Do You Love Me, dan Buat Apa Susah.

Uniknya, beberapa anggota band juga ikut bermain kethoprak. Busana yang cukup membuat mereka ribet, tak mengurangi kualitas pertunjukan. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -