Bisnis Jasa Pengiriman Tumbuh 20 Persen

854

SEMARANG – Maraknya bisnis e-commerce berdampak cukup signifikan pada usaha jasa pengiriman dan logistik. Kerjasama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna memaksimalkan bisnis di segmen tersebut.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah Tony Winarno mengatakan, total nilai pasar Asperindo tahun lalu mencapai Rp 50 triliun. Dengan pertumbuhan e-commerce yang cukup pesat, hingga akhir tahun nanti ia memperkirakan industri jasa pengiriman dan logistik rata-rata dapat tumbuh hingga 20 persen.

“Semakin maraknya bisnis e-commerce menyebabkan pemanfaatan potensi bisnis ini bisa melonjak sepanjang tahun ini. Terlebih dengan maraknya industri rumahan yang mulai memasarkan produknya secara online dan memakai jasa kurir untuk pengiriman,” ujarnya, kemarin.

Oleh karena itu, kerjasama dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan. Salah satunya Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT Bahtera yang juga mulai mengembangkan marketplace online untuk memasarkan produk-produk para anggotanya.

Ketua Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT Bahtera, Budi Hardyansyah mengatakan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang diikuti bertumbuhnya perdagangan online merupakan sebuah keniscayaan. Bahkan, fakta di lapangan menyebutkan beberapa toko di mal maupun pasar tradisional menutup kiosnya lantaran pembeli beralih ke pasar e-commerce.

“Kue e-commerce masih sangat besar. Makanya sangat tepat bila kami membangun marketplace online. Barang yang dijual dari anggota kami yang mayoritas produsen, baik batik, kain, kerajinan tangan dan produksi lainnya,” ujarnya

Guna mendukung hal tersebut, pihaknya juga mengembangkan payment gateway dalam transaksi pembayaran baik listrik, PDAM, pulsa, dan kebutuhan pembayaran lainnya. “Oleh karena itu, kami rasa sangat tepat, jika kami bersinergi dengan jasa pengiriman, payment gateway, dan marketplace,” ujarnya. (dna/ric)

Silakan beri komentar.