MEMANTIK KEPEDULIAN : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika melihat setiap sudut rumah tak layak huni milik Listiyati. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMANTIK KEPEDULIAN : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika melihat setiap sudut rumah tak layak huni milik Listiyati. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GROBOGAN-Perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu program yang digenjot Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Tak hanya mengandalkan data RTLH dari pemerintah daerah, Ganjar juga membenahi rumah yang kebetulan dilihat saat keliling Jateng.

Salah satunya ketika sedang bertandang ke Desa Njenengan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Rabu (29/11) kemarin. Setelah meresmikan ecowisata di Blok Barat Hutan Kendeng, Ganjar bertolak menuju Kecamatan Ngaringan. Saat melintasi Desa Njenengan, mobil dinas yang dinaikinya tiba-tiba berhenti setelah melewati rumah gedhek. Ganjar langsung berjalan menuju rumah tersebut. Mengetuk pintu untuk menemui sang pemilik rumah.

Hal itu membuat warga, bahkan ajudan yang mengawal perjalanan dinas Ganjar ke Grobogan terkejut. Sebab, hal itu tidak ada dalam susunan acara yang telah disiapkan selama Ganjar di Grobogan.

Pintu rumah masih tertutup saat Ganjar tiba. Ia kemudian sesekali menengok ke dalam dan memanggil, tapi tidak ada jawaban. Warga sekitar kemudian berduyun-duyun mendatangi Ganjar. Mereka menyalami gubernur dan mengatakan jika si pemilik rumah sedang ke ladang.

Tak lama, ada seorang ibu paruh baya dengan menggendong balita dan menggandeng anak kecil berlari ke rumah tersebut. Dengan cekatan, ibu yang diketahui bernama Listiyati membukakan pintu untuk Ganjar.

Monggo mlebet, Pak, ngapunten griyone reyot. Ngapunten garwo kulo tasih teng wono (silahkan masuk, Pak, maaf rumah saya jelek. Maaf suami saya sedang di ladang),” sapa Listiyati.