Petaka Tebing Sekangon

Longsor Juga Timbun Rumah Warga dan Musala

231

PURWOREJO—Tebing setinggi 7 meter di Dusun Sekangon RT 04/02, Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Rabu (29/11) dini hari, ambrol dan menimpa rumah warga. Material longsoran menimbun rumah milik Sakino Budiwiyono, 60, warga Dusun Sekangon RT 04/02.

Longsor yang terjadi sekitar pukul 01.30, menyebabkan pemilik rumah tewas seketika, lantaran tertimbun material longsoran. Penyebab longsor karena curah hujan cukup tinggi selama tiga hari terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Heri Susanto menyampaikan, curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan banyak tanah berpotensi longsor.

Heri menambahkan, sebelumnya pohon rambutan di dekat rumah korban tumbang. Diduga, tumbangnya pohon membentuk rongga tanah, sehingga tebing kehilangan penyangga. Saat tebing longsor, korban tengah tertidur pulas bersama sang istri.  “Saat kejadian, di dalam ada Bapak Sakino dan istrinya, Ibu Sumarni,” kata Heri.

Posisi korban bersama istri, saat kejadian, sedang tidur di rumah bagian depan beratap deklit, mengingat rumah tersebut masih dalam proses pembangunan. Padahal, sebelum peristiwa nahas terjadi, sekitar pukul 22.00, sang istri sempat mengajak pulang korban ke rumah lama. Namun, korban enggan pindah. Mereka memutuskan untuk tidur di depan rumah, beratap deklit. “Istrinya selamat karena tergulung kasur dan deklit.”

Heri menjelaskan, korban Sakino tertimbun material longsor dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Evakuasi dilakukan oleh tim BPBD dibantu warga, setempat, hingga pukul 05.00. “Korban siang tadi (kemarin) dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.”

Sementara itu, tanah longsor juga menerjang dua rumah dan sebuah musala di Dusun Gunung Asem RT 01/02 Desa Banyuasin, Kecamatan Loano, Rabu (29/11) dini hari, pukul 03.30. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 270 juta.

Material longsoran menimpa rumah Sopingi, 64; dan Sadirin, 70, serta bangunan Musala Al-Amin. Saat itu, Sadirin bersama istri, hendak pergi ke musala yang berjarak 5 meter dari rumahnya. Saat itulah, ia mendengar suara gemuruh dari arah bukit. Sadirin langsung berteriak, agar Sopingi, tetangganya, keluar rumah. Tak berselang lama, Sopingi dan istrinya keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Saya berteriak sambil lari ke musala. Tak lama kemudian, saya lihat rumah Sopingi sudah longsor dan menimpa rumah saya di bagian belakang,” kata Sodirin.

Usai kejadian, Sadirin memutuskan pulang ke rumah untuk membangunkan cucunya yang masih berada di dalam rumah. Sadirin lantas berteriak-teriak sembari memukul kentongan, agar warga keluar rumah. Pukul 04.30, terdengar lagi suara gemuruh dari lokasi yang sama, hingga akhirnya meluluhlantakan rumah Sadirin.

Terpisah, dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana, ratusan personel Polres Purworejo bersama Brimob Den C Kutoarjo, TNI, BPBD, Satpol PP, Senkom dan Komunitas Trail menggelar apel bersama. Yakni, Apel Gelar Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Alam di halaman Mapolres Purworejo, Rabu (29/11) kemarin.

Kapolres Purworejo, AKBP Teguh Tri Prasetya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengecek kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Sebagai wilayah yang rawan bencana, TNI, Polri, SAR dan elemen lainnya, mesti waspada menghadapi potensi bencana. Peralatan dan personel harus siap membantu masyarakat. Utamanya, saat evakuasi dan menyelamatkan korban.

“Harapan kita, mudah-mudahan di wilayah Purworejo tidak ada bencana kembali. Kita lakukan koordinasi dengan BPBD, TNI, dan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat untuk mendirikan pos-pos penanggulangan dan dapur umum dalam rangka membantu masyarakat yang terkena bencana.”

Masih terkait bencana alam, dari Kebumen, Jawa Tengah dilaporkan sebuah rumah milik warga di Desa Karangduwur RT 4 RW 4 Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (29/11) kemarin, tertimpa pohon tumbang. Rumah yang dimaksud milik Basirun. Tiga keluarga Basirun mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Yakni, Kasman, 31, Ratno, 30, dan Aisyah, 9.

Kejadian bermula sekitar pukul 03.00, ketika pohon albasiah yang tumbuh di dekat rumah korban, tumbang. Akibatnya, atap dan sebagian tembok rumah Basirun, ambruk. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Muhyidin mengatakan, saat kejadian, tiga korban sedang tertidur pulas, sehingga mereka tidak sempat menghindari reruntuhan bangunan.

Kasman mengalami luka di bagian pelipis dan trauma tulang. Sedangkan Ratno trauma tulang dan pusing. Terakhir, Aisyah, mengalami luka di kepala dan trauma tulang. Muhyidin mengimbau masyarakat untuk waspada. “Kami imbau warga agar menebang pohon yang berada dekat rumah untuk menghindari kejadian serupa.” (jpg/isk)