Penghina Jokowi Segera Diadili

343

SEMARANG-Berkas perkara penghina Presiden Joko Widodo melalui media sosial (medsos), yakni Slamet Wibowo, 29, warga Cangkiran Mijen,  resmi dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang untuk segera disidangkan.

Walau Slamet Wibowo, saat menghina Jokowi menggunakan akun facebook dengan nama “Rio Wibowo”. Atas kasus itu, ia dijerat dengan perkara dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasalnya, melalui akun facebook-nya, Slamet memosting status kebencian suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), dimana statusnya mengumbar kebenciannya terhadap Jokowi dan agama Islam.

“Perkara atasnama Slamet Wibowo sudah dilimpahkan ke pengadilan dan tercatat nomor perkara 896/Pid.Sus/2017/PN Smg. Perkara dilimpahkan penuntut umum Nunuk Dwi Astuti,” kata Panitera Muda Pidana pada Pengadilan PN Semarang, Noerma Soejatiningsih, Rabu (29/11).

Atas pelimpahan itu, lanjut Noerma, Ketua PN Semarang telah menetapkan majelis hakim pemeriksanya, yang nantinya akan dipimpin Syahrul Machmud, didampingi dua hakim anggota yakni, Sigit Hariyanto dan CH Retno Damayanti dengan panitera pengganti Aetji Judiolrs Lattan.

Kasi Penkum Kejati Jateng, Sugeng Riyadi mengaku, Slamet telah ditahan penyidik Polda Jateng sejak 20 September lalu dan telah diperpanjang penuntut umum sejak 10 Oktober.

Dalam rencana dakwaan jaksa, disebutkan hasil pemeriksaan kesehatan jiwa dr. Endang Septiningsih, SpKJ, dokter ahli kedokteran kesehatan jiwa/Psikiater Biddokkes Polda Jawa Tengah serta pemeriksaan RSJD Dr Amino Gondohutomo, Slamet diketahui normal.

“Slamet kami jerat Pasal 45A ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Serta Pasal 207 KUHP,”sebutnya.

Kasus tersebut berawal Februari 2016, Slamet Wibowo membuat akun facebook dengan fotonya sedang hormat. Pada  7 Agustus ia membuat postingan dengan caption mengolok olok Presiden Jokowi. Kemudian, pada 22 Desember, kembali mengunggah postingan kebenciannya terhadap Jokowi. Berlanjut, pada 5 Mei kembali ia menuliskan kalimat hinaan terhadap agama Islam.

Kemudian tanggal 13 Juli 2017, juga kembali memposting kata-kata kotor yand ditujukan kepada orang nomor satu di negeri ini. Terakhir, pada 15 Juli Slamet kembali berulah di postingannya dengan kata makian terhadap Jokowi. (jks/zal)