Pengemudi Go-Car Mogok 3 Hari

704
PROTES : Para pengemudi Go-Car Salatiga mogok beroperasi karena keberatan dengan aturan baru yang diterapkan oleh manajemen. (Dhinar Sasongko/Radar Semarang)
PROTES : Para pengemudi Go-Car Salatiga mogok beroperasi karena keberatan dengan aturan baru yang diterapkan oleh manajemen. (Dhinar Sasongko/Radar Semarang)

SALATIGA – Puluhan pengemudi angkutan umum online mitra Gojek yakni Go-car mogok jalan, Rabu (29/11). Aksi ini dilakukan lantaran mereka keberatan dengan aturan baru terkait target poin yang diterapkan oleh manajemen.

Puluhan pengemudi transport online itu memarkir mobilnya di kawasan Stadion Kridanggo. Kemudian sejumlah perwakilan mendatangi kantor Gojek yang berada di Jalan Muh Yamin. Perwakilan mitra pengemudi diterima oleh kepala perwakilan setempat, Anci. Meski berjalan tertib, namun belasan personel dari Polres Salatiga tetap disiagakan di lokasi.

Salah seorang koordinator pengemudi Go-car Salatiga, Yudi, 43, mengatakan, para pengemudi keberatan dengan aturan baru yang mulai diterapkan oleh manajemen per tanggal 29 November 2017.

Dimana pengemudi harus mendapatkan 18 poin (penumpang) setiap hari, atau naik 6 poin dari target sebelumnya yang hanya mematok 12 poin setiap hari. “Sebelum ada aturan baru itu, target poin kami hanya 12 dengan bonus minimal Rp 300 ribu. Namun dengan aturan baru, poin 18 tetapi bonus juga sama Rp 300 ribu dan masih ada potongan untuk komisi 10 persen. Terus terang kami keberatan dengan aturan baru ini, dengan target 18 poin,” tandasnya. Terlebih Kota Salatiga merupakan kota kecil.

Yudi mencontohkan, untuk Kota Semarang yang notabene merupakan kota besar dan ibu kota provinsi saja, tagert poin untuk Go-car hanya 14 poin. “Apakah Kota Salatiga yang wilayah dan kotanya kecil justru sampai 18 poin. Terus terang, itu sangat berat buat kami,” imbuhnya.

Memang diakui oleh Yudi, konsumen Go-car di Salatiga cukup ramai. Namun hal ini disebabkan juga oleh faktor hujan saat ini, sehingga banyak yang memilih menggunakan armada transport online.

Hal senada diungkapkan Aryo yang mengatakan, dengan target poin 18, cukup berat untuk dilakukan, selain kota kecil, juga biaya operasional yang lebih banyak. Dikatakannya Aryo, dalam dialog dengan pihak manajemen itu, para pengemudi menuntut untuk mengembalikan aturan seperti sediakala yaitu target 12 poin.

Dengan tuntutan itu pihak manajemen Go-car di Salatiga belum bisa memberikan kepastian. “Mas Anci (manager) akan menyampaikan tuntutan kami ke Jakarta. Sehingga kita tunggu,” katanya.

Dikatakannya, selama belum ada keputusan final, para pengemudi di Salatiga yang jumlahnya sekitar 125 orang sepakat untuk tidak narik alias mogok selama tiga hari. (sas/lis)