Maulid di MAJT Bersama Para Habaib

289
(BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Sejumlah habib bakal hadir dalam rangkaian peringatan Haflah Maulidurrasul Muhammad SAW 1439 H di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat (1/12) besok. Dalam maulidurrasul tersebut akan hadir Habib Umar Muthohar yang akan memberikan tausyiah dan pembacaan Maulid Habib Hamid Sholeh Ba’agil.

Peringatan maulidurrosul Muhamammad SAW rencananya bakal dimulai sekitar pukul 06.00 sekaligus sebagai penutup dari pembacaan barzanji yang dilaksanakan tiap bakda ashar di ruang salat utama. Pembacaan barjanzi tersebut telah dimulai sejak 1 Rabiul Awal (19/11).

Ketua panitia Peringatan Haflah Maulidurrosul Muhammad SAW, Ahmad Izzuddin menjelaskan, pengajian ini diharapkan bisa menjadi ajang untuk silaturahim bagi umat Islam. “Juga mengajak masyarakat untuk belajar bagaimana sejarah Nabi Muhammad, bagaimana akhlak maupun perilaku beliau sebagaimana yang tertulis dalam kitab Barjanzi,” terangnya, Rabu (29/11) kemarin.

Dia pun berharap, cuaca bisa bersahabat sepanjang rangkaian peringatan ini. Meski begitu, jika cuaca tidak memungkinkan, pengajian akan dialihkan ke ruang salat utama. “Kami juga mengundang Habib Hamid Sholeh Ba’agil untuk memimpin pembacaan maulid barzanji,” imbuhnya.

Pengajian yang mengundang para habaib dan masyarakat Jawa Tengah tahun ini diperkirakan dihadari oleh ribuan jamaah sebagaimana peringatan Maulidurrosul di MAJT pada tahun sebelumnya yang memenuhi area plaza MAJT.

Sebagai puncak peringatan maulidurrosul Muhammad akan diadakan pengajian akbar pada Jumat (8/12) pukul 20.00. Acara itu akan menghadirkan Ketua Komisi Dakwah MUI, Muhammad Cholil Nafis. Dia juga salah satu penceramah dalam acara Damai Indonesiaku (TVOne), Harmoni (TVRI) dan berbagai narasumber di media. Kiai yang pernah menjadi wakil ketua Lembaga Baitul Masail PBNU selama 2 periode ini diminta memberikan tausyiah dalam pengajian tersebut.

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola MAJT, Noor Achmad, berharap dari tausyiah beliau nanti umat Islam khususnya Jateng, dapat mengembangkan Islam Nusantara yang moderat dan washatiyah dalam menghadapi tantangan persoalan bangsa yang semakin berat. (amh/ida)