GELAR PERKARA : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menunjukkan barang bukti bersama enam tersangka perampok emas sekaligus saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (29/11) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menunjukkan barang bukti bersama enam tersangka perampok emas sekaligus saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (29/11) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Tujuh perampok bersenjata api lintas provinsi dengan sasaran toko emas, berhasil diringkus petugas Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Jateng. Sebelum diringkus, komplotan ini telah beraksi di lima lokasi dan berhasil menguras sebanyak 1,297 kilo gram (kg) perhiasan emas.

Tujuh pelaku tersebut masing-masing bernama Muhammad Nawawi alias MN, 37, Desa Manik Pasuruan; NI, 26, warga asal Desa Mendayun Kecamatan Madang Suku I Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan; Agus Widodo alias AW, 54, warga Perum Pesona Surya Milenia Kecamatan Kaliwates Jember. Ketiga orang pelaku ini berperan sebagai driver atau joki.

Dua pelaku lainnya sebagai eksekutor adalah Yusuf alias YR, 30, warga Jember dan Joko Prasetyo alias JP, 40, warga asal Dusun Sumber Kelurahan Blorok Blitar. Dan seorang lagi berinisial S, 66, laki-laki yang berprofesi sebagai tukang ojek ini berperan mengawasi situasi sebelum aksi perampokan dilakukan.

Satu lagi NH alias Bledek, 44, warga asal Jawa Timur yang merupakan ketua komplotan sekaligus eksekutor kejahatan. Terpaksa ditembak mati petugas Jatanras Polda Jateng, lantaran memegang tiga senjata api dan berusaha melawan saat ditangkap di depan Koperasi Mapolres Kendal, Selasa (28/11) kemarin.

Sebelum diringkus, komplotan ini melakukan aksi kejahatan di sebuah Toko Emas Entung yang beralamat di Jalan Jambangan Kelurahan Pelem Kecamatan Kedawung, Sragen Jawa Tengah, Kamis (26/10) sekitar pukul 11.30. Aksi tersebut dijalankan enam orang yang saling berboncengan mengendarai sepeda motor.

Setiba di Toko Emas Entung, para pelaku beraksi sesuai peran masing-masing. Mereka menggertak penjaga toko dengan menembakan senjata api ke arah atas. Kemudian, para pelaku memecah kaca etalase menguras emas dan selanjutnya kabur sesuai arah yang telah direncanakan sebelumnya.