Oleh : Novika Dini Liana, SPd MA MPd
Oleh : Novika Dini Liana, SPd MA MPd

PENDIDIKAN merupakan investasi yang paling berharga. Dengan menginvestasikan pendidikan, secara tidak langsung mampu meningkatkan pendapatan daerah. Kualitas pendidikan sangat diperlukan untuk bisa menghasilkan lulusan yang unggul dan kreatif.

EFA (Education for All) suatu gerakan pendidikan untuk semua merupakan komitmen global dalam menyediakan pendidikan dasar yang berkualitas bagi semua anak remaja dan dewasa. Pemerintah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun gratis untuk pendidikan dasar sampai sekolah menengah.

Sebagai warga Kota Semarang, kita harus bangga dengan Dinas Pendidikan  dan Wali Kota Semarang yang dengan sungguh-sungguh  memperhatikan nasib anak-anak jalanan agar mengenyam pendidikan. Meski untuk mengajak dan memberi motivasi bagi anak-anak jalanan agar merasakan bangku sekolah tidaklah mudah. Kondisi orang tua yang terkadang tidak mendukung, serta sudah menjadi kebiasaan anak-anak lebih nyaman ada di jalanan ketimbang duduk dan belajar di dalam kelas dan harus mengerjakan soal-soal dari para guru.

Program SD dan SMP gratis merupakan salah satu realisasi program prioritas Pemkot Semarang dan Program Pemerintah Pusat, yaitu Program Kesehatan dan Pendidikan. Dana BOS pun sudah diberikan untuk memperhatikan anak-anak jalan di Kota Semarang agar mengenyam pendidikan. Meski di sisi lain seperti dua sisi mata uang. Terkadang mereka meremehkan biaya sekolah yang gratis sehingga bertindak seolah-olah kurang bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar di sekolah. Karena itu, daya dan upaya Pemkot Semarang dalam memperhatikan anak-anak jalanan ini sangat tinggi, supaya hidup mereka ada perubahan melalui pendidikan.

Namun faktor orang tua terkadang tidak mendukung 100 persen untuk anak-anak mereka agar bisa sekolah dengan baik sehingga kelak di kemudian hari mereka menikmati hasil dari jerih payah dalam pembelajaran di bangku sekolah. Seakan-akan dengan biaya sekolah gratis, mereka kurang bertanggung jawab. Tetapi jika dipungut biaya, mereka sangat keberatan bahkan tidak sekolah. Akibatnya mereka berkeliaran di jalan dengan alasan jualan koran, mengemis dan menggelandang.

Secara kebutuhan biaya sekolah sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi untuk TIDAK SEKOLAH karena tidak punya biaya, orang tua merekapun sebenarnya sudah mengetahui adanya sekolah gratis bagi anak-anak mereka yang kurang mampu. Kenyataan di lapangan, mereka belum fokus untuk belajar, keinginan untuk kembali lagi masih ada bagi anak-anak jalanan.

Data dari Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan 19 persen anak usia 12-15 tahun belum bisa melanjutkan sekolah menengah dikarenakan tingkat ekonomi keluarga dan pengaruh buruk sehingga tidak mau lagi kembali ke sekolah. Ada beberapa hal yang harus diperbaiki bagi anak-anak jalanan supaya mereka bisa kembali sekolah dengan baik dan memanfaatkan sungguh-sungguh program sekolah gratis. Hal yang harus bisa dikembangkan baik di sekolah dan dilakukan oleh pihak pendidik, serta orang tua serta anaknya sendiri memang sangat berpengaruh.

Program I Care And Say Hello bisa digulirkan bagi anak-anak jalanan di Kota Semarang sehingga mereka bisa menyenyam pendidikan sampai selesai dan hasilnya bisa memuaskan dan membanggakan orang tua mereka. Program  I Care And Say Hello merupakan program sentuhan dan menitoring bagi anak–anak jalanan sehingga mereka bisa menikmati sekolah gratis dan Bertanggung Jawab bisa selesai sampai lulus dengan memiliki prestasi akademik ataupun non akademik.

Pemkot Semarang maupun wali kota sangat peduli sekali dengan nasib anak-anak jalan Kota Semarang. I Care yang artinya semua pihak, sekolah, guru, murid saling peduli memperhatikan anak-anak yang notabennya anak-anak jalanan. Dengan cara belajar peduli dari yang terkecil, dari kesiapan pelajaran, ketidakmampuan belajar atau persoalan yang terjadi di rumah ataupun di sekolah.

Selain itu, peduli dari hal-hal yang terkecil. Peranan kepala sekolah sangat diperlukan. Ada kebanggaan tersendiri ketika kepala sekolah peduli dari yang terkecil pada anak-anak seperti anak-anak jalanan, memang menambah pekerjaan baru dengan punya waktu buat mereka karena mereka butuh dimentori. Sedangkan Say Hello merupakan langkah yang sangat sederhana apabila mereka tidak hadir di sekolah tentu segeralah guru, atau teman-teman atau pihak sekolah menyapa Say Hello mengapa tidak datang ke sekolah?

Saat ini kalangan orang tidak mampu, tapi kemungkinan besar mereka mempunyai alat komunikasi hand phone. Tentu kita bisa menyapa lewat SMS atau jika perlu ada tim khusus untuk visitasi anak-anak tersebut karena kembali  lagi mereka perlu dimentori sampai hati dan sikap serta perilaku agar bisa berubah. Karena adanya proses dari lingkungan sekolah yang membantu mereka untuk nyaman di sekolah dan tidak kembali ke jalan. Untuk itu, mari kita dukung Pemkot Semarang dengan anak-anak peserta didiknya sehat dan semua anak-anak usia sekolah benar-benar mengenyam pendidikan. Dengan demikian berdampak bagi Kota Semarang yang berpendidikan bermoral dan kreatif serta inovatif bagi semua anak usia sekolah dari play grup sampai mahasiswa. (*)

*) Mahasiswa S3 Prodi Manajemen Pendidikan UNNES Semarang