GELAR PERKARA : Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi saat menunjukkan barang bukti saat gelar perkara, kemarin. (Niken Prahastiwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi saat menunjukkan barang bukti saat gelar perkara, kemarin. (Niken Prahastiwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Pengedar obat penenang ilegal (pil koplo) berhasil dibekuk aparat Polsek Gunungpati. Pelaku bernama Istuhri, 26, alias Datuk. Sasaran pelaku adalah pelajar dan sopir angkutan.

Pelaku dibekuk di kediamannya di Desa Mundingan RT 01 RW 02, Cepoko Gunungpati pada Selasa (21/11). Datuk sudah berjualan obat-obatan penenang ini tanpa izin selama satu tahun. Obat-obatan tersebut bermerek Trihexyphenidyl. Obat-obatan ia jual seharga Rp 25 ribu per strip berisi 10 tablet.

“Barang bukti yang kita dapatkan ada 300 strip (30 ribu butir) pil koplo jenis trihex, termasuk uang tunai sebanyak Rp 805 ribu,” ungkap Kapolsek Gunungpati AKP Budi Abadi, saat gelar perkara di Mapolsek tersebut, Selasa (28/11) kemarin.

Selain berjualan obat penenang, profesi keseharian Datuk adalah tukang pijat tradisional. Ia sudah menjadi tukang pijat sejak tahun 2008. Ia mengaku berjualan obat-obatan tanpa izin untuk menambah penghasilan.

“Karena jadi tukang pijat selalu sepi, makanya saya menjual obat-obatan supaya nambah penghasilan,” kata Datuk.

Obat-obatan penenang Datuk peroleh dari seorang bandar. Dalam sebulan, ia biasa mengambil 2 box. Setiap satu boxnya berisi 10 strip dengan harga Rp 115 ribu.  “Biasanya yang beli pelajar dan sopir angkutan,” tandasnya. (mha/mg50/zal)