33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Positif, 32 Unggas Mati karena Flu Burung

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

“Unggas yang mati terdiri atas ayam buras, itik, dan entok atau itik manila,”

drh Nurul Khasanah

TEMANGGUNG—Peternak ayam di Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, dikejutkan dengan matinya 32 unggas secara mendadak. Kematian unggas-unggas itu mirip gejala virus flu burung, minggu lalu.

Terkait hal itu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung telah menerjunkan tim untuk memeriksa penyebab kematian 32 unggas milik warga. Hasilnya, penyebab kematian 32 unggas di Keblukan positif karena serangan virus flu burung.

“Unggas yang mati terdiri atas ayam buras, itik, dan entok atau itik manila,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung, drh Nurul Khasanah.

Memasuki musim penghujan, virus flu burung mulai merebak dan menyerang ternak unggas. Unggas yang staminanya tidak baik, akan mati mendadak. Sedangkan ternak yang kondisinya lebih baik, akan sakit dan bisa diobati. “Agar ternak kondisinya baik, peternak harus lebih menjaga kebersihan kandang dan pakan ternak.”

Sebelumnya, kasus flu burung juga menyerang 23 ekor unggas di Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu. Atas kejadian itu, pihaknya menggalakan sosialisasi. Juga membagikan vaksin dan melakukan desinvektan pada peternak kecil. Bantuan ditujukan pada kepemilikan unggas maksimal 5.000 ekor.

Penyebab flu burung karena tingkat kelembaban cukup tinggi pada saat musim hujan. Juga kebiasaan mengumbar ternak dan mencampur unggas dalam satu kandang.

Warga memiliki kebiasaan mencampur ayam baru dengan ayam yang lama di kandang. Padahal, seharusnya dipisah dulu untuk mengetahui apakah kondisi ayam baru betul-betul sehat atau ada penyakitnya.

Meski sudah mulai muncul flu burung, dibandingkan pada 2016 lalu, kasus tahun ini masih rendah. Sepanjang Januari–November, hanya ada 55 unggas yang mati karena flu burung di dua tempat. Berbeda dengan tahun lalu, mencapai 1.737 unggas yang terkena flu burung. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tampilkan Karakter dalam Tas Lukis

Tas lukis belakangan kembali digemari. Gambar maupun aksen tulisan yang dilukis sesuai dengan pesanan dinilai dapat mewakili perasaan maupun karakter pribadi. Hasilnya, tas terkesan...

Dua Bulan, 15.318 GTT dan PTT Belum Gajian

SEMARANG - Sebanyak 7.768 guru tidak tetap (GTT) dan 7.550 pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup SMA/SMK se-Jateng, hingga Rabu (1/2) kemarin belum menerima...

Beri Pengobatan Gratis Bagi Warga Plumbungan

TEGAL-Warga Desa Plumbungan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, yang cukup jauh dari tempat pelayanan kesehatan dan sulitnya akses jalan, terbantu dengan hadirnya Baksos Pelayanan Kesehatan...

Bupati Minta Usut Tuntas Kasus Teror Gereja

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin meminta pihak kepolisian mengungkap tuntas aksi teror bom Molotov di Gereja Santo Yusuf Ambarawa, beberapa waktu lalu. Sementara terkait...

Tinjau Ulang Target PAD Satker

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD mengingatkan agar Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) meninjau ulang sistem pemberian target pendapatan asli daerah (PAD) pada satuan kerja di...

Empat Tokoh Akan Maju Jalur Independen

SEMARANG – Meski nuansa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 masih terasa adem ayem, ternyata sudah ada empat orang di Jateng yang diperkirakan akan maju...