RENOVASI: Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin saat meninjau pembangunan Pasar Andong, Selasa (28/11). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
RENOVASI: Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin saat meninjau pembangunan Pasar Andong, Selasa (28/11). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Pemkot melalui Dinas Perdagangan bersama Paguyuban Pedagang Pasar Andong telah menyeleksi 160 pedagang yang akan berjualan di pasar tersebut usai direnovasi. Namun sebelumnya, lokasi yang akan dipakai untuk menampung pedagang di bagian depan pasar akan dibongkar. Kini, pembangunan mendekati tahap kedua yakni penataan wajah pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin menuturkan, 160 pedagang yang akan berjualan di pasar Andong berjualan barang antik, batu akik dan klithikan (barang bekas). “Kita sudah selesai menyeleksi dan tinggal menunggu finishing bagian dalam untuk kemudian los yang ada sudah bisa dipakai para pedagang berjualan,” terang Muthoin saat meninjau lokasi pembangunan, Selasa (28/11).

Dijelaskan dia, setelah los bagian dalam selesai, pihaknya akan memindahkan sementara para pedagang yang berjualan di bagian depan pasar. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan renovasi bagian kedua yakni membongkar dan membangun ulang deretan kios yang berada di depan pasar. Kios akan dibangun lagi dengan konsep baru yang lebih indah.

“Para pedagang ini akan menempati sampai dengan selesainya pembangunan bagian depan. Jika sudah direlokasi tentunya akan lebih mudah dalam pembongkaran dan pembangunan kios yang berada di depan. Nantinya akan dibangun dengan konsep baru dan menyambung los yang sudah dibangun di tengah,” terang Muthoin.

Ia optimistis, ke depan pasar yang berada di Jalan Osamaliki itu akan ramai pengunjung. Pasalnya, lokasinya representatif dan mudah dijangkau menggunakan kendaraan umum.

“Nanti juga rencananya, bersama paguyuban ada aturan bagi para pedagang,” jelasnya. Salah satu aturan yang diberlakukan adalah, pedagang harus berjualan secara rutin. Jika ada pedagang yang satu bulan berturut-turut tidak membuka usahanya, maka otomatis akan dilarang berjualan lagi dan diminta keluar dari Pasar Andong.

Pasar yang direnovasi ukurannya cukup luas dengan atap yang cukup tinggi. Sehingga suasana terasa lapang. Nantinya para pedagang telah disediakan los dengan ukuran yang disepakati bersama. (sas/ton)