33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Netizen Diimbau Bijak Gunakan Medsos

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

SEMARANG – Akhir-akhir banyak kasus penggunaan media sosial seperti posting berita yang tidak benar alisas hoax. Juga berisi ujaran kebencian dan kicauan yang mengarah pada SARA. Ketua Fraksi PPP MPR RI  Moh. Arwani Thomafi menganjurkan kepada pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati. Sebab telah banyak contoh kicauan atau ujaran yang keblabasan sehingga mengakibatkan masalah baik antar individu, individu dengan kelompok bahkan dengan pemerintah atau penguasa.

Semua itu dikarenakan tidak adanya batasan atau aturan yang jelas dalam penggunaan media sosial. Untuk itu Arwani mengimbau kepada netizen agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan sosial media.

Hal itu disampaikan Arwani dalam Optimalisasi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ponpes Al I’anah Kelurahan Cepu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Senin (27/11). Dalam acara yang dihadiri oleh ulama dan 200 santri itu, dia juga mengatakan bahwa teror yang akhir-akhir ini marak terjadi harus dilawan dengan saling bergandengan tangan antar pemangku kepentingan agar tidak menimbulkan lebih banyak korban. “Saya mengimbau ormas-ormas keagamaan di tanah air melakukan komunikasi intensif dengan kelompok sipil berbasis keagamaan di negara-negara Islam untuk menguatkan penyebaran paham keagamaan yang moderat,” katanya. Dia juga mendorong dialog antar agama untuk meminimalisir gerakan teror yang dibalut dengan isu agama.

Menurutnya, penegakan hukum adalah proses yang dilakukan sebagai upaya untuk tegaknya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian, penetapan Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti moral bangsa telah menjadi moral negara. “Hal ini berarti moral Pancasila telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib hukumnya,” ungkapnya.

Karena itu, setiap tindakan harus berdasarkan hukum yang bermoral Pancasila, sehingga konsekuensinya hukum harus menjadi panglima demi terciptanya masyarakat Indonesia yang mempunyai kedudukan dan hak yang sama di hadapan hukum. Supremasi hukum harus ditegakkan sebagai otoritas tertinggi, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan untuk semua orang, dimana keadilan tidak memihak pada kepentingan, tetapi keadilan yang benar-benar sesuai dengan hati nurani dan rasa keadilan itu sendiri. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Kabar Gembira bagi Slankers! ”Konser Spesial Slank bersama Shopee” Siap Menggebrak BSD

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kabar gembira bagi para Slankers. Band legendaris Indonesia yang baru saja sukses menggebrak Kota Semarang dalam Apel Kebangsaan pada Minggu 17...

Tingkatkan Keterampilan Berbicara dengan Teknik 4B

RADARSEMARANG.COM - ANAK Usia SD masih memerlukan bimbingan dalam keterampilan berbicara, rasa malu, belum percaya diri sering menjadi momok tersendiri bagi anak-anak jika di...

Dorong Mahasiswa Asah Soft Skill

SEMARANG – Ketatnya persaingan di dunia kerja membuat seseorang tidak semata-mata mengandalkan hard skill, soft skill pun menjadi penentu agar bisa bersaing. Hal inilah...

Kandang Sapi Ludes Dilalap Api

SALATIGA-Akibat lalai mematikan bara api dari tungku berbahan kayu bakar usai masak, kandang sapi dan dapur milik Kumeri ludes terbakar. Warga Ngrongo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo,...

Guru sebagai Ujung Tombak Revolusi Mental

INDONESIA diperkirakan mengalami masa bonus demografi, yakni penduduk yang berusia produktif lebih banyak pada 2020-2045. Kondisi ini pada satu sisi akan sangat menguntungkan jika...

Keanggotaan Parpol Akan Diverifikasi KPU

MAGELANG—Partai politik (parpol) tidak bisa lagi asal comot mengisi nama-nama keanggotaan partainya. Sebab, sesuai aturan terbaru, KPU selaku penyelenggara Pemilu, akan melakukan langkah verifikasi....