Produksi Alat Musik Rebana

Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin

386
KERAJINAN: Adib Mustofa, perajin alat musik rebana di desa Nyemoh sedang membentuk kayu nangka sebagai bahan baku pembuatan alat musik rebana.
KERAJINAN: Adib Mustofa, perajin alat musik rebana di desa Nyemoh sedang membentuk kayu nangka sebagai bahan baku pembuatan alat musik rebana.

BRINGIN – Di Desa Nyemoh Kecamatan Bringin terdapat perajin alat musik rebana yang masih eksis di tengah gempuran alat musik modern. Dia adalah Adib Mustofa yang masih konsisten memproduksi alat musik rebana hingga saat ini.

Adib membuat alat musik rebana sesuai dengan pesanan yang datang. Sejauh ini, rata-rata pesanan datang dari sekitar kabupaten Semarang. Akan tetapi, produk buatan Adib ini juga sempat dikirim ke luar pulau Jawa, yakni ke pulau Sumatra.

Kades: Nur Kholis. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades: Nur Kholis. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Selain ke Sumatra, pernah juga sekali dikirim ke Taiwan. Membuat alat musik rebana satu set pesanan dari orang Indonesia yang ada di sana,” cerita pria yang juga sebagai pengajar TPQ di desa Nyemoh ini.

Rebana buatan Adib menggunakan bahan dasar berupa kayu nangka. Selama ini, ia mendapatkan bahan tersebut dari wilayah sekitar. Namun belakangan, ia mulai kesulitan untuk mendapatkannya. Alhasil, ia harus mencari bahan baku untuk membuat alat musik rebana dari daerah lain. ”Saya ambil dari Tuntang. Dulu di sini banyak. Sekarang sudah agak susah untuk memperoleh kayu nangka,” kata Adib.

Selain membuat rebana seperti rebana pada umumnya, yakni dengan menggunakan lulang, Adib juga membuat rebana mika. Ia mengembangkan rebana yang suaranya bisa disetel sesuai dengan keinginan pemakai.

”Ini inovasi saya sendiri. Keunggulannya bisa disetel itu. Kemudian tidak terpengaruh cuaca di musim hujan atau kemarau. Memang harganya agak mahal karena memang pembuatannya lebih sulit,” jelasnya.

Silakan beri komentar.