Modus Jual Pakaian, Sehari Gasak 9 Laptop

409
HASIL KEJAHATAN : Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi, menunjukkan barang bukti hasil kejahatan tersangka. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
HASIL KEJAHATAN : Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi, menunjukkan barang bukti hasil kejahatan tersangka. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Spesialis pencuri laptop dan handphone dengan sasaran tempat kos berhasil diringkus aparat Polsek Gunungpati. Aksi yang dijalankan seorang diri kurang lebih selama 10 bulan ini telah berhasil menggasak belasan laptop dan puluhan handphone.

Tersangka bernama Andri Muslim, 28, warga asal Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Keler, Bandung. Ditangkap petugas di rumah kontrakannya di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (26/11) sekitar pukul 10.00.

Sebelum tersangka diringkus, kali terakhir beraksi di sebuah rumah kontrakan yang dihuni 9 mahasiswa di Gang Manggis, Sekaran, Gunungpati pada 20 Oktober 2017 silam. Tersangka berhasil menggasak sembilan unit laptop termasuk handphone milik penghuni kos tersebut.

Modus tersangka dalam melancarkan aksinya dengan cara blusukan di lingkugan tempat kos mahasiswa sekitaran kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) Sekaran Gunungpati, menggunakan sepeda motor. Setelah mendapat mangsa, tersangka kemudian mencari kunci pintu rumah kos.

“Sasarannya tempat kos yang ditinggal salat Jumat. Tersangka pura-pura mengetuk pintu, kalau tidak ada orang, kemudian mencari kunci rumah kos dan masuk mengambil laptop dan handphone,” ungkap Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi saat gelar perkara di Mapolsek Gunungpati, Senin (27/11).

Dari tangan tersangka, berhasil disita barang bukti sebuah sepeda motor Yamaha Mio yang diduga digunakan sebagai sarana kejahatan, 10 laptop dari berbagai merek termasuk charger, dan handphone. Petugas juga berhasil menyita barang bukti puluhan bendel kunci rumah kos dan kamar milik korbannya.

“Kejahatan ini dijalankan tersangka kurang lebih berjalan 10 bulan, dan berhasil menggasak belasan laptop di 13 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jadi, tersangka juga mengambil kunci-kunci kamar korban. Makanya para mahasiswa kalau menaruh kunci hati-hati,” imbaunya.

Tersangka Andrian mengaku di Semarang tinggal di sebuah rumah kontrakan sejak satu tahun yang lalu bersama istri dan empat anaknya di daerah Perumahan Pasedana, Ngaliyan. Sedangkan aksi yang dijalankan tersebut sudah di 13 tempat di Kota Semarang dengan sasaran rumah kos.

“Setelah mendapatkan barang langsung pulang ke Bandung, laptopnya saya jual ke teman saya di Bandung seharga Rp 1,3 juta, uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” kata pria yang mengaku sebagai penjual pakaian ini. (mha/mg50/mg51/zal)